Usia Produktif Mendominasi Kredit Macet Pinjaman Online Maret 2026

Usia Produktif Mendominasi Kredit Macet Pinjaman Online Maret 2026

Kelompok masyarakat berusia 19 hingga 34 tahun tercatat mendominasi angka pendanaan macet pada industri pinjaman daring per Maret 2026. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilansir dari Finansial, porsi kegagalan bayar dari kelompok usia produktif tersebut mencapai 48,65 persen dari total akumulasi pendanaan macet nasional.

Peningkatan aktivitas penggunaan layanan pinjaman daring di kalangan usia produktif menjadi pemicu utama tingginya angka tersebut. OJK menyoroti perlunya penguatan mekanisme penilaian terhadap kemampuan bayar nasabah guna menekan risiko kerugian industri di masa mendatang.

"Sehingga eksposur risiko relatif lebih tinggi dan memerlukan penguatan penilaian kemampuan bayar," ujar Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK pada Kamis (7/5/2026).

Agusman menjelaskan bahwa sektor konsumtif menjadi kontributor terbesar dalam fenomena kredit macet ini. Sektor tersebut dinilai sangat rentan karena bergantung pada stabilitas arus kas serta pendapatan pribadi masing-masing individu peminjam.

Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 16 penyelenggara pinjaman daring memiliki tingkat risiko kredit macet atau TWP90 di atas ambang batas 5 persen. Meskipun demikian, OJK menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut masih diizinkan untuk menyalurkan pembiayaan dengan syarat pengetatan manajemen risiko.

"Namun, perlu lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian, termasuk memperbaiki kualitas penyaluran dan manajemen risiko," tegas Agusman.

Langkah perbaikan yang didorong oleh otoritas meliputi optimalisasi skor kredit dan efektivitas penagihan. OJK berkomitmen untuk memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga di tengah upaya perbaikan kualitas penyaluran dana oleh para penyelenggara.

"OJK memproyeksikan TWP90 tetap dapat dikelola dalam batas yang terkendali seiring dengan penguatan manajemen risiko, tata kelola, dan penerapan prinsip kehati-hatianoleh Penyelenggara Pindar," pungkas Agusman.

Data kuartal I/2026 menunjukkan pertumbuhan luar biasa pada sektor ini dengan nilai outstanding pembiayaan mencapai Rp101,03 triliun. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 26,25 persen secara tahunan, sementara posisi TWP90 industri secara keseluruhan berada di level 4,52 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi