Kredit Perbankan Indonesia Tumbuh 9,49 Persen pada Maret 2026

Kredit Perbankan Indonesia Tumbuh 9,49 Persen pada Maret 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan kredit perbankan nasional sebesar 9,49 persen secara tahunan hingga mencapai Rp8.659,05 triliun pada Kamis (7/5/2026). Capaian pada Maret 2026 ini menunjukkan resiliensi industri keuangan domestik di tengah fluktuasi pasar global dan lonjakan harga energi dunia.

Data yang dilansir dari Suara menunjukkan peningkatan performa dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 9,37 persen. Selain ekspansi kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan signifikan sebesar 13,55 persen secara tahunan menjadi Rp10.230,81 triliun yang memperkuat likuiditas perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa komposisi pertumbuhan ini didukung oleh berbagai jenis lembaga perbankan yang beroperasi di Indonesia. Sektor konstruksi menjadi kontributor terbesar dengan lonjakan 46,67 persen atau setara Rp181,98 triliun.

"Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi dari Bank Umum Milik Negara (BUMN), bank swasta nasional, bank asing, hingga kantor cabang bank luar negeri, yang memperkuat likuiditas perbankan domestik," katanya Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.

Kualitas aset perbankan tercatat membaik dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di level 2,14 persen dan NPL Net 0,83 persen. Angka Loan at Risk (LAR) juga mengalami penurunan ke posisi 8,94 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa industri perbankan di Indonesia memiliki tingkatpermodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai untuk menyerap potensi tekanan di masa yang akan datang, meskipun volatilitas pasar global tetap menjadi perhatian kami," beber Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.

Pada segmen UMKM, penyaluran kredit mulai menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan tipis 0,12 persen secara tahunan menjadi Rp1.498,64 triliun. OJK kini mengandalkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 untuk semakin mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil di seluruh wilayah Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi