Krisis Politik Inggris Tekan Pasar Keuangan dan Nilai Poundsterling

Krisis Politik Inggris Tekan Pasar Keuangan dan Nilai Poundsterling

Gejolak politik di Inggris memicu kekhawatiran pasar keuangan setelah Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, membuka peluang kembali ke parlemen untuk menantang kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer. Kondisi ini menyebabkan lonjakan biaya pinjaman pemerintah ke level tertinggi dalam hampir tiga dekade terakhir.

Sebagaimana dilansir dari Internasional, ketidakpastian ini berdampak pada pelemahan tajam nilai tukar poundsterling dan tertekannya saham-saham perbankan nasional. Situasi tersebut memperpanjang daftar ketidakstabilan politik di Inggris yang telah mencatatkan pergantian enam perdana menteri selama sepuluh tahun sejak peristiwa Brexit.

Posisi Perdana Menteri Keir Starmer semakin terdesak setelah terjadi konflik internal di tubuh Partai Buruh pekan ini. Salah satu pejabat tinggi pemerintah memutuskan mundur dengan kritik keras terhadap ketiadaan visi kepemimpinan yang jelas dari Starmer, yang kemudian diikuti manuver tokoh lain dalam perebutan kursi pimpinan partai.

Meski mendapatkan tekanan, Starmer menyatakan komitmennya untuk tetap menjabat sebagai perdana menteri. Ia juga tidak akan menghalangi langkah Burnham untuk mencalonkan diri ke parlemen, yang menjadi syarat mutlak bagi Burnham jika ingin bertarung dalam pemilihan pimpinan Partai Buruh.

Krisis internal ini juga diperkeruh dengan mundurnya mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting dari kabinet. Streeting dilaporkan sedang memantau pergerakan politik Burnham sebelum memutuskan langkah lanjutan untuk melawan Starmer di tengah ancaman kelumpuhan pemerintahan selama beberapa pekan.

Dinamika politik di London ini turut mendapatkan sorotan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump melontarkan kritik terhadap kebijakan energi dan penanganan isu imigrasi yang dilakukan oleh pemerintahan Starmer saat ini.

"Ini situasi yang sulit kecuali dia bisa membereskan masalah imigrasi dan mulai meningkatkan pengeboran energi," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One. Kendati melontarkan kritik tajam, Trump memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak memberikan perintah secara langsung agar Starmer menanggalkan jabatannya.

Sektor keuangan merespons negatif situasi tersebut dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 30 tahun ke angka 5,845 persen, yang merupakan level tertinggi sejak 1998. Kenaikan yield ini mencerminkan permintaan premi risiko yang lebih tinggi dari para investor untuk memegang aset utang Inggris.

Selain itu, yield obligasi tenor 10 tahun menyentuh titik tertinggi sejak krisis finansial 2008. Poundsterling melemah sekitar 2 persen terhadap dolar AS dalam sepekan, sementara saham perbankan seperti Barclays dan Lloyds merosot 3 persen, serta indeks saham utama terkoreksi 1,7 persen.

Kekhawatiran pasar berpusat pada potensi dominasi sayap kiri Partai Buruh jika Burnham atau Angela Rayner memegang kendali. Kelompok ini dikenal mendukung peningkatan pajak untuk belanja publik, perlindungan tenaga kerja yang lebih ketat, serta perluasan peran negara pada sektor strategis.

Namun, upaya Burnham untuk masuk ke parlemen diprediksi tidak akan berjalan mulus karena ia harus memenangkan pencalonan internal partai terlebih dahulu. Burnham juga akan menghadapi persaingan sengit dari Partai Hijau dan Reform UK yang dipimpin Nigel Farage dalam pemilihan sela mendatang.

Berdasarkan survei terbaru, dukungan terhadap Partai Buruh terus mengalami penurunan, sementara Reform UK justru meraih kemenangan signifikan di beberapa wilayah basis suara Buruh pada pemilu lokal pekan lalu. Di tengah situasi ini, loyalis pemerintah mendesak penghentian konflik internal.

"Pekan yang buruk bagi pemerintahan Starmer," ujar Steve Reed, Menteri Perumahan Inggris.

Reed menekankan agar Partai Buruh segera mengakhiri perselisihan di dalam partai dan kembali fokus pada pemenuhan kepentingan publik. Hingga saat ini, belum ada kandidat resmi yang memenuhi syarat dukungan minimum untuk memulai mekanisme pemilihan pemimpin baru di Partai Buruh.

Artikel terkait

Rekomendasi