Sektor perbankan digital di Indonesia menunjukkan performa ekspansi yang kuat sepanjang tahun 2026. Sejumlah korporasi bank digital semakin gencar memperluas jaringan pengguna sekaligus memacu intensitas transaksi nasabah seiring tingginya adopsi layanan keuangan berbasis digital, seperti dikutip dari Keuangan.
PT Krom Bank Indonesia Tbk menjadi salah satu entitas yang membukukan tren positif tersebut. Emiten berkode saham BBSI ini terus memperkokoh penetrasi pasar dengan mendongkrak jumlah pemegang rekening serta meluncurkan pembaruan fitur yang adaptif bagi kelompok usia muda.
Direktur Utama Krom Bank, Anton Hermawan mengungkapkan bahwa kuantitas nasabah perusahaan terus bertambah secara konsisten. Kendati demikian, manajemen masih enggan membeberkan angka riil mengenai total keseluruhan pengguna aktif saat ini.
Menurut penjelasan Anton Hermawan, aktivitas finansial dari para pengguna menunjukkan indikator yang menjanjikan. Kondisi tersebut dibuktikan oleh persentase pengguna aktif bulanan (monthly active users) yang menyentuh kisaran 45% dari akumulasi total nasabah.
Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan inovasi sistem demi memotivasi pertambahan basis konsumen dalam jangka panjang.
"Untuk memacu ekspansi nasabah ke depan, Krom Bank fokus menghadirkan solusi finansial yang relevan bagi Gen Z dan Milenial," kata Anton kepada Kontan.
Di samping memperkuat fungsionalitas aplikasi, bank digital ini menyediakan beragam keuntungan langsung demi memikat nasabah. Beberapa di antaranya meliputi tawaran bunga simpanan yang bersaing, program pengembalian dana atau cashback, hingga kebijakan bebas biaya administrasi transfer.
Secara makro, pergerakan industri perbankan digital domestik bergerak sangat progresif. Mengacu pada data otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Maret 2026, volume rekening penyaluran kredit dari bank digital melonjak sebesar 27,31% secara tahunan atau year on year (yoy).
Pada periode yang sama, pembukaan rekening Dana Pihak Ketiga (DPK) pada pos perbankan digital mencatatkan kurva kenaikan yang lebih tinggi, yakni menembus angka 35,38% yoy.
Walaupun mencatatkan akselerasi yang signifikan, porsi serta kontribusi dari kelompok bank digital terhadap total industri perbankan nasional dinilai masih relatif terbatas.
Laporan berkala dari OJK memaparkan bahwa akumulasi total aset, agregat penyaluran modal kredit, beserta raihan DPK perbankan digital secara keseluruhan masih tertahan di bawah angka 2% jika dibandingkan dengan total industri perbankan nasional.