PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dan menyimpan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan. Keputusan strategis tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).
Penahanan keuntungan ini ditujukan sebagai langkah penguatan fundamental perusahaan, khususnya guna memelihara stabilitas pendanaan. Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa alokasi keuntungan bersih ini bakal dioptimalkan demi mendongkrak daya saing di industri perbankan serta memberikan nilai tambah jangka panjang bagi nasabah.
"Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, kami optimistis Krom Bank dapat terus menjalankan agenda ekspansi bisnis secara berkelanjutan," kata Anton Hermawan, Presiden Direktur Krom Bank dalam keterangan resminya yang dilansir dari Keuangan pada Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan data laporan keuangan sepanjang tahun 2025, bank digital ini membukukan laba bersih senilai Rp143 miliar, atau mengalami lonjakan sebesar 16 persen secara tahunan (yoy). Performa positif ini ditopang oleh perolehan pendapatan bunga bersih (NIM) yang melesat hingga 92 persen yoy menjadi Rp1,85 triliun.
Selain pertumbuhan laba, ekspansi kredit perseroan juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 103 persen yoy menjadi Rp8,63 triliun pada akhir Desember 2025. Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiak (DPK) ikut terkerek naik 166 persen yoy hingga mencapai posisi Rp8,39 triliun.
Manajemen menyatakan bahwa perusahaan mampu bergerak adaptif di tengah berbagai dinamika ekonomi domestik maupun global sepanjang tahun lalu. Keberlanjutan tren pertumbuhan kinerja ini diyakini akan terus terjaga seiring dengan potensi pasar yang masih luas.
"Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan terintegrasi juga membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri perbankan digital," ucap Anton Hermawan, Presiden Direktur Krom Bank.