Kondisi atmosfer DKI Jakarta tercatat masuk dalam kategori sedang dengan indeks kualitas udara berada di angka 98 pada Jumat (22/5/2026) pagi pukul 06.00 WIB. Informasi pencatatan tersebut dilansir dari Megapolitan melalui data situs pemantauan IQAir.
Tingkat polusi tersebut menempatkan Jakarta pada posisi ke-13 sebagai kota dengan udara paling tidak bersih secara global. Konsentrasi polutan utama berupa PM2.5 di udara ibu kota mencapai 34 mikrogram per meter kubik.
Data dari periode pemantauan yang sama menunjukkan Riyadh di Arab Saudi menempati posisi puncak dengan AQI 185. Santiago di Chile menyusul di peringkat kedua dengan indeks 154, dan Kolkata di India berada di urutan ketiga dengan angka 152.
Masyarakat, khususnya kelompok yang rentan, diimbau oleh pihak IQAir untuk membatasi kegiatan di luar ruangan. Rekomendasi perlindungan lain yang disarankan meliputi penutupan jendela rumah serta penggunaan masker saat terpaksa beraktivitas di area terbuka.
Situasi ini memperlihatkan adanya penurunan tingkat polusi dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (21/5/2026), ketika udara Jakarta sempat memburuk hingga masuk kategori tidak sehat. AQI Jakarta kala itu menyentuh angka 175 akibat konsentrasi PM2.5 yang mencapai 90 mikrogram per meter kubik.
Catatan fluktuasi yang cukup tinggi ini terus membayangi ibu kota dalam beberapa pekan terakhir. Jakarta dilaporkan kerap berulang kali masuk ke dalam daftar kota dengan mutu udara terburuk di dunia versi platform pemantau IQAir.