Fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) tetap menjadi instrumen pembiayaan utama yang diminati oleh pelaku usaha kecil dan menengah di tanah air. Seperti dikutip dari Info, Bank Mandiri kembali membuka penyaluran KUR pada Mei 2026 dengan batas pinjaman mulai dari Rp10 juta hingga Rp500 juta.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat permodalan UMKM dengan skema bunga yang dipastikan lebih kompetitif dibandingkan produk pinjaman komersial konvensional. Dana dari program ini bisa dialokasikan untuk sektor produktif, mulai dari perdagangan, pertanian, hingga industri rumah tangga.
Proses administrasi yang semakin ringkas dan pilihan masa tenor yang beragam menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang ingin mengembangkan skala usahanya. Calon debitur disarankan mencermati kategori produk dan simulasi cicilan agar beban pembayaran bulanan tetap sesuai dengan arus kas usaha.
Bank Mandiri mengklasifikasikan layanan KUR ke dalam beberapa kategori guna menyesuaikan kapasitas finansial setiap unit usaha. Pertama adalah KUR Super Mikro, sebuah opsi bagi pengusaha pemula dengan limit pinjaman maksimal mencapai Rp10 juta.
Bagi UMKM yang membutuhkan modal lebih besar untuk ekspansi, tersedia KUR Mikro dengan plafon mencapai Rp100 juta. Pada level ini, nasabah berpotensi mendapatkan fasilitas tanpa agunan tambahan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan perbankan.
Kategori ketiga adalah KUR Kecil yang menyasar bisnis dengan skala berkembang, menyediakan limit di atas Rp100 juta hingga maksimal Rp500 juta. Selain itu, terdapat KUR Khusus yang difokuskan pada sektor klaster seperti kelompok tani atau nelayan.
Estimasi Cicilan KUR Mandiri Mei 2026
Hingga periode Mei 2026, struktur angsuran dalam program ini dilaporkan belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Informasi mengenai beban cicilan bulanan sangat penting bagi pelaku usaha untuk melakukan perencanaan keuangan jangka panjang.
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan | Tenor 60 Bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp10.000.000 | Rp860.664 | Rp443.206 | Rp304.219 | Rp193.328 |
| Rp25.000.000 | Rp2.151.661 | Rp1.108.015 | Rp760.548 | Rp483.320 |
| Rp50.000.000 | Rp4.303.321 | Rp2.216.031 | Rp1.521.097 | Rp966.640 |
| Rp100.000.000 | Rp8.606.643 | Rp4.432.061 | Rp3.042.194 | Rp1.933.280 |
| Rp200.000.000 | Rp17.213.286 | Rp8.864.122 | Rp6.084.387 | Rp3.866.560 |
| Rp500.000.000 | Rp43.033.215 | Rp22.160.305 | Rp15.210.969 | Rp9.666.401 |
Persyaratan dan Mekanisme Pengajuan
Masyarakat yang berminat mengajukan pinjaman diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria administratif. Dokumen yang harus disiapkan meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU).
Untuk pengajuan modal di atas Rp50 juta, kepemilikan NPWP menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditinggalkan. Selain itu, calon debitur harus memastikan belum pernah mengambil kredit komersial dengan plafon di atas Rp20 juta di lembaga keuangan manapun.
Prosedur pengajuan dapat dilakukan dengan mengunjungi kantor cabang atau unit mikro Bank Mandiri terdekat. Selain datang langsung, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan Mandiri Call 14000 untuk mendapatkan informasi awal terkait kuota penyaluran nasional yang tersedia.
Strategi Agar Pengajuan Disetujui
Pihak bank akan melakukan verifikasi ketat melalui proses survei lapangan untuk melihat kelayakan unit bisnis. Agar peluang persetujuan meningkat, pastikan usaha yang dijalankan sudah dalam kondisi stabil dan memiliki catatan riwayat kredit yang bersih tanpa tunggakan.
Perlu ditekankan bahwa dana KUR harus diprioritaskan untuk kebutuhan produktif guna mendorong perkembangan bisnis secara berkelanjutan. Penentuan jumlah pinjaman yang sesuai dengan kemampuan bayar akan membantu pelaku usaha terhindar dari risiko gagal bayar di masa depan.
Program KUR Mandiri 2026 ini dijadwalkan tetap berlangsung hingga akhir tahun, dengan catatan kuota penyaluran dari pemerintah masih tersedia bagi para pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia.