Kurs Dollar ke Rupiah Naik ke Rp17.653 Pada 21 Mei 2026

Kurs Dollar ke Rupiah Naik ke Rp17.653 Pada 21 Mei 2026

Kurs dollar ke rupiah dibuka melemah pada perdagangan pagi seiring dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global. Tekanan terhadap mata uang Garuda ini dipicu oleh meningkatnya permintaan investor terhadap aset berbasis dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan Kamis, 21 Mei 2026, pukul 08.54 WIB, seperti dikutip dari Medcom, kurs dollar ke rupiah tercatat berada di level Rp17.653,6 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan rupiah mengalami penurunan sebesar 67,7 poin atau sekitar 0,38% jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Dominasi mata uang Negeri Paman Sam terhadap sejumlah mata uang global tercermin dari pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang naik tipis 0,03% ke level 99,090.

Pelemahan mata uang domestik tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, melainkan juga terhadap yuan China yang tercatat menguat 5,63 poin atau 0,22% ke posisi Rp2.598,04.

Selain itu, ringgit Malaysia juga menekan rupiah dengan berada di level Rp4.449 per ringgit, atau mengalami penguatan sebesar 0,17% pada perdagangan pagi.

Yen Jepang turut menunjukkan penguatan tipis 0,15% terhadap rupiah ke posisi Rp111,11, yang menandakan adanya tekanan berkelanjutan pada mata uang Indonesia.Baht Thailand juga bergerak menguat secara tipis terhadap rupiah sebesar 0,01% dan berada di level Rp541,191 dibandingkan posisi sebelumnya.

Apresiasi Terhadap Euro dan Kenaikan Harga Emas Dunia

Di tengah tekanan dari berbagai mata uang, rupiah bergerak relatif lebih kuat terhadap euro. Mata uang kawasan Eropa tersebut turun 139 poin atau sekitar 0,67% ke level Rp20.479 per euro.

Sementara itu, di pasar komoditas, harga emas dunia mengalami peningkatan. Instrumen XAU/USD tercatat naik 16,28 poin atau 0,36% ke level 4.560,07.

Kenaikan nilai emas ini mengindikasikan bahwa para pelaku pasar masih terus mencari aset lindung nilai di tengah situasi ketidakpastian global.Saat ini investor masih terus mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS serta perkembangan ekonomi global yang berpotensi memengaruhi pergerakan kurs dollar ke rupiah dan mata uang emerging market lainnya. Volatilitas nilai tukar diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi