Kurs Euro Menguat Terhadap Dolar AS di Tengah Konflik Timur Tengah

Kurs Euro Menguat Terhadap Dolar AS di Tengah Konflik Timur Tengah

Nilai tukar Euro mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin (11/05/2026) setelah Bank Sentral Eropa menetapkan kurs referensi sebesar 1,1765 per dolar AS. Pergerakan mata uang ini dipicu oleh dinamika harga minyak global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendominasi sentimen pasar internasional.

Data dari IT BOLTWISE menunjukkan kenaikan tipis dari posisi sebelumnya di angka 1,1761 per dolar AS, sebuah perubahan yang dinilai memengaruhi daya saing ekspor Eropa di pasar Amerika Serikat. Sementara itu, FXStreet melaporkan pasangan EUR/USD sempat berkonsolidasi di level 1,1778 setelah pulih dari titik terendah harian di kisaran 1,1748.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan tegas mengenai eskalasi konflik dengan Iran saat bertemu tim keamanan nasional di Oval Office. Kondisi ini memperlemah harapan pasar akan adanya resolusi diplomatik dalam waktu dekat terkait program nuklir Teheran.

"pada massivem Lebenserhalt" kata Donald Trump, Presiden AS saat mendeskripsikan kondisi gencatan senjata yang ia anggap lemah kepada para reporter.

Trump juga mengonfirmasi kepada Fox News mengenai kemungkinan untuk menghidupkan kembali kebijakan tertentu guna merespons situasi di wilayah tersebut.

"Project Freedom" ujar Donald Trump, Presiden AS saat menyebut program yang sedang dipertimbangkan untuk diperbarui.

Di sisi lain, anggota dewan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB), Martin Kocher, menyatakan kekhawatirannya terhadap pemulihan ekonomi di zona Euro yang terancam oleh lonjakan biaya energi. Kenaikan harga minyak akibat gangguan di Selat Hormuz memperkuat ekspektasi pasar bahwa ECB akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali hingga akhir tahun.

"bedroht" tutur Martin Kocher, Politisi ECB kepada media NZZ saat menjelaskan status pemulihan ekonomi zona Euro akibat risiko inflasi.

Kocher menegaskan bahwa otoritas moneter tertinggi di Eropa tersebut tidak akan tinggal diam dalam menghadapi volatilitas ekonomi yang berkembang pesat.

"wachsam bleiben und bei Bedarf schnell und entschlossen handeln." kata Martin Kocher, Politisi ECB.

Mengenai langkah kebijakan moneter selanjutnya, Kocher memberikan sinyal kuat bahwa penyesuaian suku bunga bisa terjadi dalam waktu dekat jika kondisi geopolitik tidak menunjukkan perbaikan signifikan.

"sofern sich die Lage nicht deutlich verbessert, eine Zinserhöhung bald unvermeidlich sein wird." ujar Martin Kocher, Politisi ECB.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data ekonomi penting yang dijadwalkan pada Selasa dan Rabu. Fokus utama mencakup Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat, data inflasi Jerman, serta estimasi awal pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) zona Euro untuk kuartal pertama.

Artikel terkait

Rekomendasi