Biaya perjalanan bagi masyarakat Indonesia yang berencana berlibur ke Malaysia dipastikan membengkak. Dampak ini terjadi setelah nilai tukar Ringgit Malaysia mengalami lonjakan signifikan terhadap Rupiah.
Dikutip dari Suara, data terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan nilai tukar mata uang Negeri Jiran tersebut kini berada di angka Rp4.469 per 1 Ringgit Malaysia. Perkembangan ini menandai tren penguatan yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Jika melihat data pada 30 April lalu, posisi mata uang tersebut sebenarnya masih berada di level Rp4.408. Selisih kenaikan dalam waktu kurang dari satu bulan ini memberikan dampak yang cukup terasa bagi anggaran para pelancong domestik.
Tantangan bagi para turis tidak berhenti pada melemahnya daya beli Rupiah. Penguatan nilai tukar mata uang ini terjadi bersamaan dengan melonjaknya tarif transportasi udara dari Indonesia menuju Malaysia.
Kombinasi kedua faktor tersebut mulai menggeser status Malaysia yang selama ini dikenal sebagai destinasi luar negeri ramah kantong. Kenaikan biaya transportasi ini terlihat jelas pada beberapa rute penerbangan dari Sumatra Utara.
Pada rute penerbangan Medan menuju Kuala Lumpur, harga tiket pesawat mengalami lonjakan hingga dua kali lipat dan menyentuh angka Rp800 ribuan per tiket. Sementara itu, rute penerbangan Medan menuju Penang mengalami kenaikan sebesar Rp200 ribu dari tarif normal, sehingga harganya kini berada di kisaran Rp600 ribuan.
Siasat Menghadapi Penguatan Ringgit
Kondisi finansial ini secara otomatis menurunkan daya beli Rupiah saat berada di Malaysia. Berbagai komponen pengeluaran seperti biaya konsumsi, pembelian oleh-oleh, hingga tiket masuk ke tempat wisata akan terasa lebih mahal ketika dikonversi.
Bagi wisatawan yang tetap merencanakan keberangkatan, pemantauan pergerakan kurs secara berkala menjadi langkah penyesuaian yang sangat diperlukan. Menukar uang di dalam negeri dengan mencari penyedia jasa penukaran uang yang memberikan penawaran rate terbaik dapat menjadi pilihan sebelum melakukan perjalanan.