Nilai tukar rupiah di pasar spot berbalik arah dan bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Penguatan mata uang Garuda ini terjadi menjelang pengumuman kebijakan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 13.31 WIB, mata uang rupiah mencatatkan penguatan sebesar 0,08 persen. Posisi ini membawa rupiah bergerak ke level Rp 17.689 per dolar AS, seperti dilansir dari Investasi.
Performa ini menunjukkan pembalikan arah dari perdagangan hari sebelumnya. Pada Selasa (19/5), kurs rupiah di pasar spot sempat mengalami pelemahan sebesar Rp 38 atau merosot 0,22 persen ke posisi Rp 17.706 per dolar AS.
Analis Mata Uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pergerakan mata uang rupiah saat ini turut dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Salah satu faktor utamanya adalah perkembangan sentimen terkait eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan memilih untuk menunda rencana serangan terhadap Iran. Langkah penundaan aksi militer ini diambil guna memberikan ruang bagi proses negosiasi demi mengakhiri konflik bersenjata di Timur Tengah.
Donald Trump menyatakan terdapat peluang yang sangat baik bagi Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Kesepakatan tersebut ditargetkan mampu mencegah pihak Teheran dalam memperoleh senjata nuklir.
Pernyataan optimistis mengenai peluang kesepakatan itu disampaikan oleh Donald Trump hanya selang beberapa jam setelah dirinya mengumumkan penundaan aksi militer untuk memfasilitasi pembicaraan diplomatik.
Meskipun sempat menguat pada siang hari, pergerakan mata uang domestik diproyeksikan masih akan menghadapi tekanan hingga penutupan pasar.
Ibrahim memprediksi nilai tukar rupiah untuk keseluruhan perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif. Pada akhir perdagangan, mata uang rupiah diperkirakan ditutup melemah pada rentang Rp 17.700 hingga Rp 17.750 per dolar AS.