Nilai tukar rupiah terpantau bergerak bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan pagi. Meski demikian, mata uang garuda mencatatkan kecenderungan menguat terhadap dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data Investing pada Jumat, 5 Juni 2026, yang dilansir dari Medcom, mata uang rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp18.018/USD. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 0,01 persen atau menguat 1,6 poin.
Fluktuasi juga terjadi pada beberapa mata uang asing lainnya di pasar spot. Yen Jepang tercatat berada di level Rp112,89 setelah mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen.
Sementara itu, dolar Singapura menguat ke posisi Rp14.050,19 atau naik 0,27 persen. Di sisi lain, mata uang Baht Thailand justru tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,01 persen ke level Rp551,503.
Penguatan juga dialami oleh Yuan China yang naik 0,27 persen menuju level 2.664,81. Untuk kawasan Eropa, mata uang Euro (EUR/IDR) terpantau stagnan tanpa perubahan berarti di level Rp20.964.
Tren yang berbeda dialami oleh Ringgit Malaysia. Mata uang negara tetangga tersebut justru melemah tipis sekitar 0,17 persen ke posisi Rp4.478,39.
Kondisi di pasar komoditas menunjukkan harga emas dunia (XAU/USD) melemah 0,62 persen ke level 4.447,88. Penurunan ini terjadi seiring dengan indeks dolar Amerika Serikat yang naik tipis ke posisi 99,392.
Perkembangan seluruh instrumen tersebut mengindikasikan adanya tekanan moderat pada rupiah. Situasi ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS serta sentimen pasar global yang masih fluktuatif.