Nilai tukar rupiah kian melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi pasar modal. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Finance, mata uang Paman Sam tersebut bahkan sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) secara intraday pada perdagangan Senin (8/6/2026).
Merujuk pada data dari Bloomberg, kurs dolar AS saat ini sudah menyentuh posisi Rp 18.201 atau mengalami penguatan sebesar 0,91%. Pergerakan naik ini terpantau merangkak dari posisi awal perdagangan di pagi hari yang bertengger pada level Rp 18.106,5.
Meskipun demikian, lonjakan tersebut tidak bertahan lama karena dolar AS terpantau sedikit mengalami penurunan ke area Rp 18.197,5. Posisi teranyar ini merepresentasikan penguatan mata uang asing tersebut sebesar 0,90%.
Dalam keseluruhan perdagangan yang berlangsung hari ini, fluktuasi nilai dolar AS diproyeksikan akan bergulir pada kisaran Rp 18.104,5 hingga Rp 18.209. Jika akumulasikan secara total, mata uang utama dunia ini tercatat sudah mengalami apresiasi nilai sebesar 9,12% sepanjang tahun 2026 berjalan.
Tren penguatan dolar AS ternyata tidak hanya berdampak pada mata uang Garuda saja. Dolar AS dilaporkan ikut mengalami penguatan terhadap mata uang EUR dengan kenaikan tipis sebesar 0,02%.
Selain itu, performa dolar AS juga tercatat menguat 0,07% sewaktu dihadapkan dengan mata uang CAD. Sementara dalam perbandingannya terhadap CHF, keunggulan mata uang negeri Paman Sam ini terlihat bergerak naik signifikan hingga mencapai 0,13%.