Nilai tukar rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia mencatatkan penguatan pada transaksi Selasa (2/6/2026). Mata uang Garuda tersebut naik 0,11 persen dibandingkan dengan posisi akhir pekan sebelumnya.
Data Bank Indonesia menunjukkan mata uang domestik menempati posisi Rp 17.863 per dolar Amerika Serikat, dilansir dari Investasi. Pada penutupan akhir pekan lalu, kurs referensi tersebut berada pada angka Rp 17.883 per dolar Amerika Serikat.
Kondisi berbeda justru terjadi pada perdagangan pasar spot yang memperlihatkan pelemahan interday. Rupiah spot ditutup merosot 0,19 persen ke level Rp 17.839 per dolar Amerika Serikat setelah sebelumnya berada di Rp 17.805 per dolar Amerika Serikat.
Koreksi mata uang di pasar spot sejalan dengan tren di kawasan regional yang mayoritas tertekan. Won Korea memimpin pelemahan di Asia sebesar 0,34 persen, diikuti dolar Taiwan yang turun 0,26 persen.
Rupee India turut melemah 0,23 persen, disusul yen Jepang yang terkoreksi tipis 0,006 persen dan dolar Hong Kong sebesar 0,005 persen. Di sisi lain, beberapa mata uang Asia berhasil bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat sore ini.
Baht Thailand memimpin penguatan regional dengan kenaikan 0,24 persen, disusul peso Filipina 0,10 persen. Dolar Singapura juga menguat 0,06 persen, yuan China naik 0,05 persen, dan ringgit Malaysia menguat tipis 0,005 persen.
Sementara itu, kekuatan mata uang Negeri Paman Sam di pasar global terpantau mengalami peningkatan. Indeks dolar yang mengukur performa terhadap mata uang utama dunia merangkak naik ke posisi 99,07 dari hari sebelumnya yang berada di level 99,02.