Nilai tukar rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatatkan penurunan signifikan. Mata uang Garuda berada di angka Rp 18.039 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan data yang dikutip dari Investasi, angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 0,6% dibandingkan hari sebelumnya. Pada hari Rabu, kurs Jisdor BI masih bertahan di level Rp 17.931 per dolar AS.
Kondisi di pasar spot juga menunjukkan tren yang serupa dengan data Jisdor BI. Rupiah spot menyentuh level Rp 18.049 per dolar AS pada akhir sesi perdagangan Kamis (4/6/2026).
Nilai ini mencerminkan depresiasi sebesar 0,45% dari penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp 17.967 per dolar AS. Posisi ini sekaligus menjadi rekor penutupan rupiah terlemah sepanjang sejarah.
Pelemahan terhadap dolar AS tidak hanya dialami oleh rupiah, melainkan juga menimpa beberapa mata uang di kawasan Asia. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penurunan terdalam sebesar 0,61%.
Rupiah berada di posisi kedua dengan pelemahan 0,45%, diikuti oleh won Korea yang turun 0,27%. Selain itu, dolar Taiwan terkoreksi 0,12%, dolar Singapura melemah 0,08%, dan rupee India susut 0,05%.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru berhasil menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 0,20%, disusul oleh baht Thailand yang terangkat 0,14%.Yen Jepang juga mengalami penguatan sebesar 0,10%, diikuti yuan China yang naik tipis 0,02%. Dolar Hong Kong turut menguat 0,01% terhadap mata uang utama dunia tersebut.
Sementara itu, kekuatan dolar AS yang tercermin melalui indeks dolar terpantau mengalami penurunan. Indeks dolar dunia berada di level 99,49, bergerak turun dari posisi hari sebelumnya yang berada di angka 9,52.