Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bergerak melemah pada perdagangan pasar spot. Kondisi ini memicu sejumlah bank nasional mematok harga jual dollar AS hingga menyentuh level tertinggi Rp 17.815, seperti dilansir dari Money.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 10.03 WIB, mata uang Garuda berada pada posisi Rp 17.707 per dollar AS. Nilai tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 40 poin atau 0,23 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh sentimen domestik dan eksternal. Di dalam negeri, ketidakpastian pasar muncul terkait rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Investor kini tengah mencermati arah kebijakan baru mengenai tata kelola ekspor. Kebijakan tersebut rencananya akan memusatkan transaksi ekspor sejumlah komoditas melalui BUMN baru tersebut.Faktor domestik lainnya adalah langkah pelaku pasar yang mulai mengalihkan investasi mereka ke instrumen lain. Langkah ini diambil menjelang pengumuman indeks dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada Juni mendatang.
Dari faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah terjadi akibat penguatan mata uang dollar AS. Sentimen ini terdorong oleh rilis beberapa data indikator ekonomi Amerika Serikat yang hasilnya lebih positif daripada ekspektasi pasar.
Fluktuasi mata uang domestik diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang hari perdagangan.
"Hari ini, rupiah diperkirakan akan berfluktuasi di sekitar Rp 17.600-17.725 per dollar AS," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/5/2026).Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Kamis (21/5/2026), nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp 17.673 per dollar AS. Posisi tersebut sebenarnya memperlihatkan penguatan dibandingkan hari Rabu (20/5/2026) yang berada di level Rp 17.685 per dollar AS.
Untuk pergerakan di perbankan, salah satu bank besar seperti BRI menetapkan kurs jual pada posisi Rp 17.730 per dollar AS. Kurs jual ini merupakan indikator harga yang digunakan oleh pihak bank saat menjual dollar AS kepada nasabah.