Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren penurunan pada awal perdagangan Senin pagi, 18 Mei 2026. Mata uang Garuda mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) seiring kuatnya sentimen global terhadap mata uang tersebut.
Berdasarkan data pasar Investing yang dikutip dari Medcom, rupiah berada di angka Rp17.659,6 per dolar AS. Nilai ini mencerminkan pelemahan sekitar 1,24 persen jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Tekanan terhadap mata uang domestik tidak hanya bersumber dari penguatan dolar AS. Rupiah diketahui ikut melemah terhadap beberapa mata uang utama dunia yang lain.
Terhadap yuan China, nilai tukar rupiah berada pada level Rp2.590,49 atau mengalami penurunan sekitar 1,01 persen. Sementara terhadap yen Jepang, rupiah melemah ke posisi Rp111,10 per yen.
Mata uang dari kawasan Asia Tenggara seperti baht Thailand turut menguat terhadap rupiah dengan kenaikan sekitar 0,99 persen ke level Rp539,742. Di sisi lain, ringgit Malaysia terapresiasi sekitar 0,43 persen menjadi Rp4.439,23.
Untuk kawasan Eropa, mata uang euro ikut bergerak menguat terhadap rupiah. Mata uang Uni Eropa tersebut kini berada di posisi Rp20.461 atau mengalami kenaikan sekitar 0,78 persen.
Indeks dolar AS sendiri terpantau masih bergerak di zona penguatan. Indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang utama global tersebut berada di level 99,290 atau naik tipis sebesar 0,08 persen.
Di kala dolar AS bergerak menguat, harga emas dunia justru mendapatkan koreksi. Instrumen emas spot XAU/USD mengalami penurunan sekitar 0,24 persen menuju posisi 4.529,00.
Pelemahan nilai tukar rupiah ini diperkirakan bakal memperbesar tekanan pada sektor industri yang bergantung tinggi terhadap impor. Sektor yang melakukan pembayaran berbasis dolar AS juga berpotensi menghadapi kenaikan biaya bahan baku serta logistik.
Meski membebani industri impor, kondisi kurs yang melemah ini dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan yang berorientasi ekspor. Emiten dengan pendapatan denominasi dolar AS berpeluang memperoleh peningkatan nilai pendapatan setelah dikonversi ke rupiah.