Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan menjelang akhir pekan. Dikutip dari Investasi, mata uang garuda dibuka pada level Rp 18.064 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kondisi tersebut menandakan mata uang Indonesia mengalami penurunan sebesar 0,08% dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya. Pada perdagangan petang lalu, rupiah bertengger di level Rp 18.049 per dolar AS.
Pelemahan yang dialami rupiah berjalan selaras dengan kondisi mayoritas mata uang lain di kawasan Asia yang juga sedang tertekan dari the greenback.
Hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan tercatat sebagai mata uang dengan koreksi paling dalam setelah anjlok hingga 1,04%. Ringgit Malaysia mengekor di belakangnya dengan penurunan sebesar 0,48%.
Mata uang regional lain seperti baht Thailand ikut tertekan sebesar 0,1%. Langkah serupa diikuti oleh dolar Taiwan yang tergelincir 0,07% serta dolar Singapura yang melemah dengan persentase sama.
Yuan China juga terpantau mengalami koreksi tipis sebesar 0,03% pada perdagangan pagi ini.
Mata Uang yang Bertahan Menguat
Di tengah tren pelemahan regional, beberapa mata uang Asia masih mampu bergerak di zona positif. Peso Filipina memimpin penguatan di Asia setelah terapresiasi sebesar 0,12%.
Yen Jepang berada di posisi berikutnya dengan kenaikan sebesar 0,04%. Sementara itu, dolar Hong Kong mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,02% terhadap dolar AS.