Nilai tukar rupiah terpantau mengalami penurunan terhadap mayoritas mata uang utama pada perdagangan pagi ini. Seperti dikutip dari Medcom, pergerakan ini memperlihatkan tekanan yang masih membayangi mata uang garuda.
Berdasarkan data pasar Investing pada Rabu pagi, 3 Juni 2026, dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan penguatan sebesar 0,35 persen. Mata uang paman sam tersebut kini berada di level Rp17.868,8 per dolar AS.
Kondisi serupa terjadi pada hubungan rupiah dengan yen Jepang yang menguat 0,17 persen ke posisi Rp111,74 per yen. Dolar Singapura juga mengalami kenaikan 0,14 persen menjadi Rp13.961,27 per dolar Singapura.
Mata uang yuan Tiongkok tidak ketinggalan menguat dengan kenaikan sebesar 0,09 persen ke level Rp2.640,40 per yuan. Sementara itu, euro berada di posisi Rp20.776 per euro dan tidak menunjukkan perubahan berarti dari perdagangan sebelumnya.
Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) justru memperlihatkan penurunan tipis sebesar 0,01 persen ke level 99,175 saat rupiah melemah terhadap beberapa mata uang utama global.
Meskipun demikian, rupiah masih menunjukkan taji terhadap beberapa mata uang di kawasan Asia Tenggara. Baht Thailand tercatat melemah 0,06 persen ke posisi Rp546,775 per baht.
Mata uang ringgit Malaysia juga mengalami penurunan sebesar 0,14 persen menjadi Rp4.493,60 per ringgit. Situasi ini menegaskan bahwa tekanan dominan terhadap rupiah berasal dari mata uang utama dunia, kendati indeks dolar AS sedang melemah tipis.