Nilai tukar rupiah dilaporkan mengalami penurunan terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia pada perdagangan pagi.
Berdasarkan data pasar Investing pada pukul 09.12 WIB, pergerakan kurs dolar AS terhadap rupiah (USD/IDR) merangkak naik sebesar 0,55 persen menuju posisi Rp17.702,2, seperti dikutip dari Medcom.
Dampak pelemahan mata uang Garuda ini juga merembet pada transaksi terhadap sejumlah mata uang regional lainnya.
Kurs ringgit Malaysia (MYR/IDR) tercatat menguat sebesar 0,30 persen terhadap rupiah dan berada pada posisi Rp4.453,93.
Pada saat yang sama, yuan China (CNY/IDR) ikut terangkat sebesar 0,27 persen terhadap rupiah ke level Rp2.603,88.
Tren penguatan juga ditunjukkan oleh yen Jepang yang terapresiasi terhadap rupiah sebesar 0,16 persen ke posisi Rp111,35.
Sementara itu, mata uang baht Thailand terpantau bergerak naik tipis sebesar 0,01 persen terhadap rupiah.
Kondisi berbeda ditunjukkan oleh mata uang euro yang bergerak stabil terhadap rupiah di level Rp20.572 tanpa adanya perubahan yang berarti pada sesi perdagangan pagi.
Di sisi lain, indeks dolar AS sebenarnya menunjukkan pergerakan melemah sebesar 0,10 persen ke level 99,010.
Meskipun demikian, tekanan terhadap mata uang rupiah masih terus berlanjut sebagai dampak dari sentimen global serta fluktuasi pasar keuangan internasional.
Kondisi pasar komoditas juga menunjukkan harga emas dunia yang sedang mengalami koreksi.
Nilai XAU/USD terpantau turun sebesar 0,25 persen ke level 4.554,60 seiring dengan sikap wait and see yang diambil oleh para investor terhadap perkembangan ekonomi global serta arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.