Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil ditutup menguat tipis pada perdagangan sore ini. Penguatan ini terjadi di tengah langkah intervensi pasar yang dilakukan oleh bank sentral.
Mengutip data kompilasi pasar spot Bloomberg, mata uang Garuda menguat sebesar 13 poin atau setara 0,07 persen. Berdasarkan data tersebut, rupiah kini bertengger di level Rp18.036 per dolar AS, setelah pada penutupan perdagangan hari sebelumnya sempat tertahan di posisi Rp18.049 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan bahwa pergerakan positif mata uang domestik ini dipicu oleh langkah nyata di pasar keuangan. Selain itu, kondisi eksternal turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah.
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS oleh intervensi agresif BI, indeks dolar AS sendiri juga sedikit terkoreksi, namun sell of di pasar ekuitas domestik masih berlanjut, mencerminkan sentimen investor yang umumnya masih lemah," kata Lukman saat dihubungi Suara.
Lukman menilai tren penguatan ini masih bersifat temporer. Fenomena pelepasan aset dolar AS oleh masyarakat juga mulai terlihat karena nilainya yang masih berada di kisaran level psikologis tinggi.
"Masih terlalu dini untuk mengharapkan rupiah terus menguat, secara sentimen masih belum pulih. Saya kira,tidak bijaksana untuk berspekulasi dolar, sehingga tentunya lebih baik bagi investor yang tidak membutuhkannya bisa menjual di level sekarang," ujar Lukman.
Apresiasi nilai tukar ini juga sejalan dengan tren yang terjadi pada mayoritas mata uang di kawasan Asia. Rupee India memimpin penguatan sebesar 0,50 persen, diikuti peso Filipina yang naik 0,21 persen.
Selanjutnya, dolar Singapura menguat sebesar 0,06 persen, yen Jepang terangkat 0,04 persen, dan baht Thailand terapresiasi 0,03 persen. Mata uang yuan China serta dolar Hong Kong juga merangkak naik masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,006 persen.
Meski demikian, beberapa mata uang regional Asia terpantau mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Won Korea melemah cukup dalam sebesar 0,55 persen, disusul ringgit Malaysia yang turun 0,48 persen, serta dolar Taiwan yang menyusut 0,09 persen.
Di sisi lain, pergerakan indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama global tercatat mengalami penurunan. Indeks tersebut kini berada di posisi 99,26, melemah dari posisi hari sebelumnya yang sempat mencapai angka 99,41.