Laba Bersih BCA Tumbuh Terbatas 3 Persen Hingga April 2026

Laba Bersih BCA Tumbuh Terbatas 3 Persen Hingga April 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan profitabilitas yang terbatas pada awal triwulan II tahun ini. Emiten berkode saham BBCA tersebut membukukan peningkatan laba bersih bank only sebesar 3% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga April 2026, dengan nilai mencapai Rp 20,81 triliun.

Kinerja laba bersih ini selaras dengan perolehan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perseroan yang mengalami koreksi tipis. Berdasarkan data yang dikutip dari Keuangan, pendapatan bunga bersih bank mengalami penurunan sebesar 0,3% yoy menjadi Rp 26,18 triliun.

Kondisi ini terjadi lantaran pendapatan bunga perseroan hanya naik sebesar 0,63% yoy menjadi Rp 30,53 triliun. Di sisi lain, beban bunga bank mengalami lonjakan hingga 6,62% yoy menjadi Rp 4,35 triliun.

BCA sebenarnya telah melakukan efisiensi pada lini operasional dengan memangkas beban impairment sebesar 16,24% yoy menjadi Rp 1,06 triliun. Langkah ini berkontribusi pada penurunan beban operasional bank secara keseluruhan yang merosot hingga 50,36% yoy menjadi Rp 895,95 miIiar.

Kendati demikian, pertumbuhan pada pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi sebesar 9,54% yoy menjadi Rp 6,72 triliun masih belum mampu menambal penurunan pos pendapatan operasional lainnya. Salah satu tekanan datang dari pendapatan dividen yang terkoreksi sebesar 11,65% yoy menjadi Rp 1,92 triliun.

Selain itu, kinerja operasional bank turut terbebani oleh kerugian dari penurunan nilai wajar aset keuangan yang mencapai Rp 102,03 miIiar. Posisi ini berbanding terbalik dengan kondisi April 2025 ketika perseroan masih mengantongi keuntungan dari kenaikan nilai wajar aset keuangan sebesar Rp 426,45 miIiar. Melalui dinamika tersebut, laba operasional BCA tercatat hanya tumbuh 3,39% yoy menjadi Rp 25,28 triliun.

Pertumbuhan Kredit dan Penghimpunan Dana Murah

Fungsi intermediasi perusahaan juga memperlihatkan pertumbuhan yang cenderung terbatas dalam periode ini. Penyaluran kredit yang dilakukan oleh BCA tercatat tumbuh sebesar 4,54% yoy menjadi Rp 965,01 triliun.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan performa yang lebih tinggi dengan pertumbuhan sebesar 7,69% yoy menjadi Rp 1.236,05 triliun. Kenaikan total dana simpanan masyarakat ini didominasi oleh perolehan dana murah (CASA).

Secara rinci, saldo giro bank mengalami pertumbuhan sebesar 15,68% yoy menjadi Rp 422,68 triliun, diikuti oleh instrumen tabungan yang naik 6,87% yoy menjadi Rp 626,14 triliun. Di sisi lain, simpanan berjangka atau deposito justru mengalami penurunan sebesar 4,71% yoy menjadi Rp 187,22 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi