BSI Bukukan Laba Bersih Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I 2026

BSI Bukukan Laba Bersih Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I 2026

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun pada Kuartal I 2026 yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,1 persen secara tahunan. Capaian positif ini diumumkan oleh manajemen dalam konferensi pers virtual pada Selasa (12/5/2026).

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa performa keuangan tersebut didukung oleh ekspansi dana pihak ketiga (DPK) serta pertumbuhan pembiayaan yang tetap menjaga aspek kualitas. Dilansir dari Money, total aset perseroan kini mencapai Rp 460,1 triliun hingga Maret 2026.

"Laba yang kami sampaikan Rp 2,2 triliun ini juga menempatkan BSI pada urutan kelima di perbankan nasional baik dari sisi laba maupun aset," ujarnya saat konferensi pers virtual, Selasa (12/5/2026).

Penghimpunan DPK BSI tercatat sebesar Rp 376,8 triliun atau naik 17,99 persen secara tahunan, dengan segmen dana murah (CASA) menyumbang Rp 236,2 triliun. Anggoro menekankan efektivitas strategi perusahaan dalam memperkuat tabungan haji sebagai salah satu pilar utama dana murah.

"Kita lihat potensi haji semakin meningkat, potensi anak muda semakin meningkat dan kami melihat itu adalah potensi yang besar untuk BSI bisa tumbuh. Dan kemarin kami melihat bahwa itu menjadi salah satu penopang tabungan kami yang juga besar," ucap Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.

Hingga periode ini, jumlah nasabah tabungan haji mencapai 7,25 juta orang dengan 1,2 juta di antaranya berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Dominasi BSI di sektor ini terlihat dari penguasaan 83,5 persen porsi keberangkatan jemaah haji tahun 2026.

Sektor pembiayaan juga mengalami kenaikan 14,39 persen menjadi Rp 329 triliun, di mana segmen konsumer dan ritel mendominasi porsi penyaluran sebesar 72,37 persen. Rasio pembiayaan bermasalah atau NPF gross tercatat membaik ke level 1,8 persen.

"Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan NPF gross sebesar 1,8 persen membaik 8 bps dibandingkan tahun sebelumnya," kata Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.

Pertumbuhan laba turut dipengaruhi oleh lonjakan fee based income sebesar 22,98 persen menjadi Rp 2,09 triliun, dengan bisnis emas sebagai kontributor utama. Pembiayaan gadai emas naik 58,3 persen dan transaksi E-mas melesat lebih dari 2.700 persen.

"Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain," tutur Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.

Artikel terkait

Rekomendasi