Laba Bersih Bank Syariah Indonesia Tumbuh 17,10 Persen Kuartal I/2026

Laba Bersih Bank Syariah Indonesia Tumbuh 17,10 Persen Kuartal I/2026

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BRIS berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,20 triliun pada akhir Maret 2026. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,10 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,87 triliun, Selasa (12/5/2026).

Kenaikan profitabilitas bank syariah terbesar di Indonesia ini didorong oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 17,99 persen secara tahunan. Berdasarkan data yang dilansir dari Finansial, angka pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional.

"Inilah salah satu penopang kami di mana dana pihak ketiga ini bertumbuh," kata Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I/2026 secara virtual.

Peningkatan kinerja juga terlihat pada sisi pembiayaan yang mencapai total Rp328,54 triliun hingga kuartal I/2026. Nilai ini meningkat 14,39 persen dibandingkan posisi Maret tahun lalu yang tercatat sebesar Rp287,21 triliun, dengan segmen konsumer sebagai kontributor utama.

"Jadi itu penopangnya, dari pertumbuhan dana pihak ketiga yang sehat, pembiayaan yang berkualitas dengan NPF yang terjaga, sehingga profit bisa 2,2 triliun di kuartal I/2026," kata Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BSI.

Laba operasional perusahaan juga mengalami kenaikan 16,85 persen menjadi Rp2,90 triliun. Selain itu, pendapatan komisi atau fee based income menyumbang Rp918,58 miliar, meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar Rp794,75 miliar.

Pada fungsi intermediasi, pembiayaan bagi hasil tercatat melonjak 22,83 persen menjadi Rp151,72 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan penghimpunan dana simpanan wadiah yang naik menjadi Rp89,01 triliun serta dana investasi non profit sharing yang mencapai Rp287,77 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi