PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan kenaikan laba bersih hingga 283 persen pada kuartal I-2026 yang dilaporkan pada Minggu, 10 Mei 2026. Pertumbuhan signifikan ini dipicu oleh peningkatan volume produksi, penguatan harga minyak mentah dunia, serta pemulihan performa keuangan dari entitas asosiasi perusahaan.
Data riset RHB Sekuritas menunjukkan EBITDA perseroan menyentuh angka US$351 juta pada periode tersebut, tumbuh 6 persen dibandingkan periode sebelumnya. Capaian ini telah memenuhi sekitar 28 persen dari total estimasi tahunan yang ditetapkan oleh analis pasar.
Pembalikan posisi keuangan entitas asosiasi menjadi mesin utama di balik meroketnya laba bersih MEDC, di mana pendapatan sektor ini berbalik positif menjadi US$45 juta. Padahal pada kuartal I-2025, sektor entitas asosiasi tersebut sempat mencatatkan kerugian sebesar US$20 juta.
Secara spesifik, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi laba bersih senilai US$33,5 juta kepada MEDC. Performa ini berbanding terbalik dengan kuartal pertama tahun lalu ketika AMMN masih menyumbang kerugian sebesar US$29 juta bagi perseroan.
"AMMN berkontribusi sebesar US$33,5 juta ke laba bersih MEDC pada kuartal I-2026 vs periode sama tahun lalu yang menyumbang rugi US$29 juta," tulis RHB Sekuritas.
Laporan yang dilansir dari Investor Daily menyebutkan adanya revisi terhadap asumsi biaya angkut atau lifting cost MEDC tahun 2026 menjadi US$8,8 per barel setara minyak (boe). Sebelumnya, estimasi biaya operasional tersebut dipatok pada level US$8,6 per boe.
Selain biaya operasional, asumsi harga minyak mentah Brent untuk tahun 2026 dikerek naik menjadi US$83 per barel dari estimasi awal US$62 per barel. Untuk tahun 2027, harga minyak diprediksi berada pada level US$72 per barel dengan target produksi hidrokarbon tetap di angka 171 ribu boepd.
RHB Sekuritas juga menaikkan proyeksi EBITDA MEDC untuk tahun 2025 sebesar 15 persen menjadi US$1,5 miliar. Dari sisi pasar modal, valuasi saham MEDC saat ini dinilai masih murah karena diperdagangkan pada level 3,6 kali EV/EBITDA, atau 18 persen di bawah rata-rata industri sejenis.
Para analis menetapkan target harga saham MEDC pada level Rp2.200 dengan rekomendasi beli bagi para investor. Target tersebut menawarkan potensi kenaikan harga sebesar 28 persen serta estimasi imbal hasil dividen atau yield sebesar 4 persen.