Lima orang penghuni rumah mengalami luka-luka akibat ledakan tabung gas 12 kilogram di kawasan Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Insiden tragis ini diduga dipicu oleh kebocoran gas saat korban hendak menyalakan kompor, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Peristiwa bermula ketika salah satu penghuni rumah berencana memasak di pagi hari. Namun, pemasangan regulator yang diduga kurang sempurna membuat gas telah menyebar dan memenuhi ruangan sebelum pemantik kompor dinyalakan.
Camat Tambora, Pangestu Aji, mengonfirmasi bahwa kebocoran tersebut memicu akumulasi gas di dalam ruangan rumah. Percikan api dari pemantik langsung menyambar gas yang pekat hingga menimbulkan dentuman besar.
"Infonya tuh tabung gas nih kayak kurang rapat gitu kan, entah mungkin dia bocor gitu. Nah kejadiannya ini meledak pas korban lagi mau masak, lagi mau nyalain kompor pagi-pagi," ujar Pangestu Aji, Camat Tambora.
Dampak ledakan tersebut merusak sebagian besar struktur bangunan rumah penampung tabung gas tersebut. Bagian atap hingga pagar rumah dilaporkan hancur akibat tekanan udara dari ledakan, meskipun tidak ada kobaran api yang menyusul setelahnya.
"Mungkin dia pemasangan gasnya kurang pas kali ya, jadi pas dinyalain, posisi gasnya sudah menyebar langsung kayak ledakan gitu," jelas Pangestu Aji, Camat Tambora.
Pangestu menegaskan bahwa situasi di lapangan murni berupa ledakan tunggal tanpa disertai api yang merembet ke bangunan lain. Warga sekitar sempat panik akibat kerasnya suara runtuhan material rumah.
"Tapi enggak nimbulin api, dia kayak ledakan aja, ledakan gas 12 kg itu," sambung Pangestu Aji, Camat Tambora.
Seluruh korban luka yang berjumlah lima orang langsung mendapatkan penanganan. Salah satu penghuni yang merupakan lanjut usia dilaporkan menderita dampak paling serius dari insiden mendadak ini.
"Korban yang luka paling parah itu anggota keluarga inisial SCK, usia 70 tahun dirawat di RS Tarakan," tutur Pangestu Aji, Camat Tambora.
Saat ini, personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat telah melakukan lokalisasi di area runtuhan rumah. Langkah penanganan ini diambil guna mengantisipasi ambruknya sisa material bangunan yang sudah rapuh.
"Tadi sih saya baru dapat info-info dari Gulkarmat, kepastian penyebabnya nanti diinfokan lagi, masih diperiksa. Mereka juga lagi pastiin dulu gitu, meriksa penyebab sebenarnya apa yang menyebabkan ledakan," tutup Pangestu Aji, Camat Tambora.