Investor kawakan Lo Kheng Hong dilaporkan kembali memperbesar porsi kepemilikan sahamnya di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Aksi akumulasi ini dilakukan di tengah tren kenaikan harga saham emiten produsen ban tersebut sepanjang tahun 2026.
Dikutip dari Money, saham GJTL mengakhiri perdagangan pada Rabu (7/5/2026) di posisi 1.195. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 15 poin atau sekitar 1,27 persen jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Performa saham GJTL secara akumulatif telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak awal tahun. Tercatat, harga sahamnya sudah melonjak sebanyak 135 poin atau setara dengan pertumbuhan 12,74 persen.
Data Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek GJTL yang dirilis melalui Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom menunjukkan adanya lonjakan kepemilikan Lo Kheng Hong pada April 2026.
Pada pengujung Maret 2026, Lo Kheng Hong diketahui mendekap sebanyak 218.032.800 saham atau setara dengan 6,257 persen. Jumlah tersebut sebelumnya sudah mengalami kenaikan 8.134.300 saham dari periode sebelumnya.
Tren pembelian berlanjut hingga akhir April 2026, di mana Lo kembali memborong 14.760.100 lembar saham tambahan. Transaksi ini membuat total investasinya di GJTL menyentuh angka 232.792.900 saham.
Melalui tambahan kepemilikan tersebut, porsi saham yang dikuasai pria yang dijuluki Warren Buffett Indonesia ini kini mencapai 6,68 persen. Langkah ini sekaligus mempertegas posisinya sebagai pemegang saham publik utama.
Struktur Pemegang Saham Gajah Tunggal
Meskipun porsi Lo Kheng Hong terus bertambah, posisi pemegang saham pengendali masih ditempati oleh Denham Pte Ltd. Hingga akhir April 2026, perusahaan tersebut masih menguasai 1,72 miliar saham atau 49,5 persen.
Selain itu, terdapat Compagnie Financiere yang tercatat memiliki kepemilikan sebesar 348,48 juta saham atau setara 10 persen. Aksi beli yang dilakukan Lo Kheng Hong berdampak pada porsi kepemilikan publik non-warkat.
Data menunjukkan porsi publik non-warkat mengalami penurunan tipis dari 33,77 persen pada Maret 2026 menjadi 33,347 persen pada April 2026. Konsistensi Lo dalam mengoleksi saham ini terus menjadi sorotan para pelaku pasar modal.
Lo Kheng Hong dikenal luas dengan strategi value investing, yakni memilih saham dengan valuasi yang relatif murah namun memiliki fundamental dan prospek bisnis jangka panjang yang kuat.