Investor senior Lo Kheng Hong meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) secara signifikan di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (13/5/2026). Langkah akumulasi ini dilakukan saat pasar modal Indonesia mengalami tekanan jual menyusul keputusan MSCI mengeluarkan 19 emiten domestik dari indeks global.
Data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia menunjukkan kepemilikan Lo Kheng Hong di emiten produsen ban tersebut melonjak menjadi 232.792.900 saham per akhir April 2026. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Money, jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang tercatat sebesar 14.760.100 saham.
Aksi beli besar ini menjadikan Lo Kheng Hong sebagai salah satu pemegang saham publik terbesar di GJTL dengan porsi kepemilikan di atas 5 persen. Meski harga saham GJTL sempat turun 0,84 persen ke level 1.185 pada Jumat (8/5/2026), secara tahun berjalan harga saham ini masih mencatatkan penguatan sebesar 11,79 persen.
IHSG sendiri terpuruk pada perdagangan sesi I Rabu (13/5/2026) dengan penurunan 1,38 persen ke level 6.763,94. Sentimen negatif utama dipicu oleh pengumuman rebalancing MSCI periode Mei 2026 yang akan mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026 mendatang.
Sebanyak 19 saham Indonesia terdepak dari indeks MSCI, termasuk enam emiten besar yang keluar dari MSCI Global Standard Indexes. Sementara itu, 13 emiten lainnya dicoret dari daftar MSCI Small Cap Indexes akibat tinjauan berkala tersebut.
| Kategori Indeks | Nama Emiten (Kode Saham) |
|---|---|
| MSCI Global Standard Indexes | PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) |
| MSCI Global Standard Indexes | PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) |
| MSCI Global Standard Indexes | PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) |
| MSCI Global Standard Indexes | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) |
| MSCI Global Standard Indexes | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) |
| MSCI Global Standard Indexes | PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) |
| MSCI Small Cap Indexes | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) |
| MSCI Small Cap Indexes | PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) |
| MSCI Small Cap Indexes | PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) |
| MSCI Small Cap Indexes | PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) |
| MSCI Small Cap Indexes | PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) |
Otoritas Jasa Keuangan menilai fluktuasi pasar yang terjadi pasca pengumuman rebalancing ini merupakan situasi yang wajar. Penurunan tersebut dipandang sebagai bagian dari dinamika proses reformasi yang tengah berjalan di pasar modal Indonesia.