Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Pelemahan Rupiah Tekan Sektor Energi

Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Pelemahan Rupiah Tekan Sektor Energi

Tekanan ganda dari lonjakan harga minyak mentah global yang bertengger di atas 100 dolar AS per barel serta anjloknya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.728 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, mulai mengancam stabilitas sektor energi nasional.

Kondisi pasar komoditas internasional tersebut mengerek biaya impor minyak mentah Indonesia karena jauh melampaui asumsi Indonesia Crude Price dalam APBN sebesar 70 dolar AS per barel, sehingga berpotensi menambah beban subsidi domestik secara signifikan.

Meskipun biaya operasional membubung, sejumlah penyalur bahan bakar seperti PT Pertamina (Persero) terpantau masih menahan harga eceran BBM nonsubsidi RON 92 jenis Pertamax sebesar Rp12.300 per liter untuk wilayah Jawa dan Bali sejak penyesuaian terakhir pada awal Mei.

Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengingatkan pemerintah agar bertindak cermat dalam menyikapi lonjakan harga komoditas energi dunia ini guna menghindari efek domino pada inflasi.

"Kenaikan harga minyak global akan menambah beban subsidi BBM dalam APBN. Namun, jika ada kenaikan harga BBM bersubsidi maka dipastikan akan ada dorongan combo dari kenaikan BBM dan juga imported inflation," kata Huda.

Situasi pelik tersebut dinilai membutuhkan bauran kebijakan yang tepat agar kelangsungan korporasi penyedia energi tetap terjaga tanpa mengorbankan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Silakan menaikkan harga BBM non-subsidi, namun pemerintah harus cermat menghitung potensi shifting (migrasi) konsumsi dari BBM non-subsidi ke subsidi agar tidak terjadi kelangkaan atau crash di lapangan," tegas Huda.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, sependapat bahwa mempertahankan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar merupakan langkah tepat demi meredam gejolak ekonomi regional.

"Untuk non-subsidi sebenarnya bisa dilepaskan ke harga pasar untuk mengurangi beban keuangan Pertamina. Cuma saran saya, penyesuaian harganya harus dilakukan secara bertahap, karena bagaimanapun tetap akan ada dampaknya terhadap pengeluaran masyarakat kelas menengah, khususnya pengguna Pertamax," jelas Faisal.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa pelemahan tajam mata uang rupiah saat ini masih didominasi oleh faktor eksternal, terutama dari eskalasi konflik geopolitik regional.

"Ini masih euforia konflik Timur Tengah yang merembet ke mana-mana seperti kenaikan harga minyak mentah dan inflasi," ucap Ariston.

Kombinasi naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan repatriasi dividen korporasi asing pada bulan ini memicu pelarian modal keluar yang kian menyudutkan posisi rupiah di pasar valas.

"Selain itu, ini lagi bulan dividen, repatriasi dividen keluar negeri yang meningkatkan permintaan dolar AS juga menekan rupiah," ungkap Ariston.

Melansir pemberitaan CNBC Indonesia, jambi-independent.co.id, dan ANTARA, per 19 Mei 2026, harga bahan bakar jenis bensin nonsubsidi seperti Pertamax Turbo stabil di angka Rp19.900 per liter, sementara produk diesel non-subsidi milik Shell yakni V-Power Diesel dibanderol Rp30.890 per liter.

Shell Indonesia kembali memasarkan varian diesel tersebut secara bertahap setelah sempat mengalami keterbatasan pasokan sejak awal tahun.

"Terima kasih sudah menanti. Shell V-Power Diesel mulai tersedia kembali secara bertahap di SPBU Shell," tulis Shell lewat akun Instagram resminya.

Adapun rincian perbandingan harga komoditas bahan bakar minyak yang berlaku di stasiun pengisian wilayah Jawa per 19 Mei 2026 disajikan secara lengkap dalam data berikut.

Daftar Harga BBM Berbagai Jaringan SPBU di Wilayah Jawa
Jenis BBMRON/CNHarga per Liter (Rp)
PertaliteRON 9010.000
BiosolarCN 486.800
PertamaxRON 9212.300
Pertamax Green 95RON 9512.900
Pertamax TurboRON 9819.900
DexliteCN 5126.000
Pertamina DexCN 5327.900
BP 92RON 9212.390
BP UltimateRON 9512.930
BP Ultimate DieselCN 4829.890
Revvo 92RON 9212.390
Diesel PrimusCN 4830.890
Shell V-Power DieselCN 5130.890

Fluktuasi harga energi global dan pergerakan nilai tukar harian valuta asing akan terus menjadi faktor penentu utama bagi penyesuaian tarif BBM nonsubsidi di tingkat SPBU pada periode selanjutnya.

Artikel terkait

Rekomendasi