PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pergerakan massal masyarakat yang menjadikan Kota Bandung dan wilayah Jawa Barat sebagai tujuan utama untuk menghabiskan masa libur panjang pekan ini. Lonjakan signifikan ini terlihat dari pertumbuhan volume penumpang pada layanan kereta api lokal, kereta cepat Whoosh, hingga kereta api jarak jauh, sebagaimana dilansir dari Money.
Mobilitas masyarakat yang menggunakan angkutan umum berbasis rel mengalami kenaikan dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Faktor kenyamanan serta ketepatan waktu tempuh menjadi alasan utama para pelancong memilih moda transportasi ini di tengah padatnya arus kendaraan darat menuju Bandung.
“Pada periode 13–16 Mei 2026, sebanyak 208.942 pelanggan menggunakan layanan KA Lokal di wilayah Daop 2 Bandung, baik Commuter Line Bandung Raya maupun Commuter Line Garut,” kata Anne dalam keterangan resmi, Minggu (17/5/2026).
Catatan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen dibandingkan jangka waktu yang sama pada pekan sebelumnya, yakni 6–9 Mei 2026, yang membukukan 203.112 pengguna. Keaktifan mobilitas ini mencakup perjalanan untuk keperluan wisata, silaturahmi keluarga, maupun aktivitas harian warga setempat.
“Jumlah tersebut meningkat 17,80 persen dibanding periode 6–9 Mei 2026 yang tercatat sebanyak 63.748 pelanggan,” ujar dia.
Peningkatan tersebut merujuk pada performa keterangkutan Kereta Cepat Whoosh yang mengangkut 75.097 penumpang selama empat hari. Anne menjelaskan bahwa daya tarik Jawa Barat, seperti udara sejuk, area bersejarah, wisata kuliner, hingga tren berkumpul di kafe, menjadi pemicu utama masyarakat memanfaatkan momen liburan bersama kerabat.
“KAI mencatat tingginya mobilitas pelanggan di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung selama periode long weekend 13–17 Mei 2026,” kata Anne.
Di sisi lain, volume kendaraan yang mengarah ke Bandung mencapai 87.918 unit pada Jumat (15/5/2026), sehingga kereta api menjadi opsi efisien guna menghindari kemacetan.
“Hingga Sabtu, 17 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 91.678 pelanggan KA Jarak Jauh tercatat naik dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung mulai Purwakarta hingga Banjar,” lanjut Anne.
Layanan KA Parahyangan menjadi salah satu moda favorit dengan total 18.006 pelanggan berdasarkan data sementara. Selain itu, rute favorit relasi Bandung–Gambir mencatat 8.038 penumpang, sementara arah sebaliknya dari Gambir–Bandung melayani 7.624 pengguna.
“Bandung memiliki karakter wisata yang lengkap, mulai dari suasana kota yang sejuk, wisata kuliner, kawasan kreatif, hingga banyak pilihan aktivitas keluarga. Kereta api menjadi pilihan karena perjalanan terasa lebih praktis dan pelanggan dapat menikmati waktu libur dengan lebih santai,” jelas Anne.
Pola perjalanan ini mempertegas peran penting transportasi rel dalam mendukung pergerakan masyarakat menuju pusat aktivitas dan destinasi wisata di Jawa Barat.
“Transportasi rel membantu masyarakat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan terukur selama masa libur panjang. Pelanggan juga memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati suasana kota, berkumpul bersama keluarga, dan menjalani perjalanan dengan lebih santai,” tegas Anne.