Akses masyarakat terhadap produk emas lokal berkualitas kini semakin diperluas. Langkah ini ditempuh melalui kolaborasi strategis dalam pemenuhan standar kualitas dan keamanan investasi jangka panjang.
PT Lotus Lingga Pratama melalui brand Lotus Gold resmi menjalin kerja sama strategis dengan Galeri 24. Kolaborasi ini berfokus pada distribusi dan pemasaran perhiasan emas yang bersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), seperti dikutip dari Suara.
Proses penandatanganan kesepakatan dilakukan secara langsung oleh Direktur PT Lotus Lingga Pratama Ivan Lingga, Manager Sales & Marketing Roni Hermawan, serta Direktur Galeri 24 Endah Susiani.
Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen menyediakan perhiasan emas yang adaptif terhadap tren pasar, sekaligus mengedepankan aspek transparansi bagi para konsumen.
Hubungan bisnis antara Lotus Gold dan Galeri 24 dikabarkan telah berjalan selama hampir sepuluh tahun. Hubungan yang lama ini memperkuat sinergi kedua perusahaan dalam mendukung regulasi standardisasi yang dicanangkan pemerintah.
“Melalui produk SNI, kami ingin memberikan kepastian bagi konsumen dan mendukung arah kebijakan pemerintah,” ujar Ivan.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa preferensi masyarakat dalam memilih perhiasan komoditas ini telah mengalami pergeseran. Faktor sertifikasi kini menjadi salah satu pertimbangan utama di samping aspek estetika bentuk.
"Saat ini masyarakat semakin cerdas dalam memilih produk, bukan hanya melihat keindahan dan desain, tetapi juga memperhatikan kualitas serta sertifikasi produk. Dengan adanya standar SNI, kami ingin memberikan rasa aman dan kepastian kepada konsumen," imbuh Roni.
Jaringan pemasaran untuk komoditas logam mulia berstandar SNI ini dipastikan bakal menjangkau wilayah yang luas di seluruh Indonesia. Pemasaran akan dilakukan melalui gerai-gerai retail yang tersebar di berbagai pulau besar.
Konsumen dapat menemukan produk tersebut di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua. Penetrasi yang merata ini diharapkan mempermudah transaksi pembelian maupun penjualan kembali.
Variasi kadar emas yang disediakan juga cukup beragam untuk memenuhi kebutuhan segmentasi pasar. Produk yang dihadirkan meliputi perhiasan dengan kadar 6K, 8K, 10K, 16K, 17K, hingga 18K.
Seluruh variasi kadar perhiasan tersebut diproduksi melalui tahapan pengawasan mutu yang ketat. Proses ini disesuaikan dengan regulasi dan standar baku yang berlaku di dalam ekosistem industri manufaktur emas.
Pihak penyedia jaringan retail menyambut positif sinergi ini demi memperkuat basis pemenuhan kebutuhan konsumen. Diskusi lanjutan secara berkala akan terus dilakukan untuk memantau dinamika tren di masyarakat.
"Kami berharap kolaborasi dan diskusi yang intens kedepannya dapat membantu kami untuk semakin memahami kebutuhan konsumen, baik dari sisi model, kadar, maupun desain, sehingga produk yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan harapan pasar," pungkas Endah.
Emas dengan sertifikasi resmi dinilai memiliki fungsi ganda, baik sebagai penunjang gaya hidup maupun instrumen investasi. Nilai jual kembali produk ini didukung oleh sistem yang transparan serta harga yang kompetitif.
Di tengah situasi perekonomian global yang terus bergerak dinamis, komoditas emas masih menjadi pilihan utama. Aset ini dinilai aman atau berfungsi sebagai safe haven untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.