Sudin Nakertransgi Jakarta Utara Akui Lowongan Disabilitas Tunanetra Absen

Sudin Nakertransgi Jakarta Utara Akui Lowongan Disabilitas Tunanetra Absen

Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Utara mengakui ketiadaan lowongan pekerjaan bagi penyandang tunanetra dalam acara Jakarta Job Fair 2026 di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Tanjung Priok, yang berlangsung Selasa (19/5/2026) hingga Rabu (20/5/2026).

Fakta tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang setelah melakukan pemeriksaan di lokasi acara. Keputusan untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan diambil agar tidak memberikan informasi keliru kepada para pencari kerja disabilitas, seperti dilansir dari Megapolitan.

“Memang untuk yang job fair di kami ini kali ini kebetulan saya juga di lokasi kemarin, kita udah konfirmasi dan memang untuk yang kali ini memang tidak ada (lowongan bagi penyandang tunanetra),” ujar M Yasil, Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas, dan Transmigrasi Sudin Nakertransgi Jakarta Utara.

Pihak penyelenggara menegaskan sikap untuk bersikap transparan mengenai ketersediaan lowongan kerja tersebut kepada publik.

“Jadi kita juga nggak bisa bilang nanti, ‘Sok bilang aja ini ada’ gitu, yang di sini gitu. Kita juga enggak berani kayak gitu. Jadi ketika emang nggak ada, ya nggak ada,” kata M Yasil.

Sebagai langkah solutif, instansi terkait merencanakan mekanisme pengalihan pelayanan bagi kelompok pencari kerja berkebutuhan khusus ini ke fasilitas tingkat provinsi.

“Rencananya memang jika ada yang seperti itu (penyandang disabilitas), nanti ke depannya akan kami arahkan ke ULD kita di tingkat provinsi,” ujar M Yasil.

Unit Layanan Disabilitas Provinsi DKI Jakarta tersebut nantinya diproyeksikan untuk menjembatani serta menyalurkan informasi lowongan kerja yang sesuai bagi penyandang disabilitas, termasuk tunanetra.

Sebelum adanya konfirmasi resmi ini, sejumlah penyandang tunanetra sengaja menghadiri bursa kerja di GRJU Tanjung Priok dengan harapan memperoleh peluang kerja yang ramah disabilitas.

Salah satu pencari kerja asal Jakarta Barat, Dadang (45), yang merupakan mantan karyawan telemarketing bank swasta, menceritakan pengalamannya terkena efisiensi perusahaan pada akhir tahun lalu.

"Saya berakhir di akhir Desember 2025. Katanya sih mau pengurangan karyawan gitu,” kata Dadang.

Hingga saat ini, pria yang datang sendiri menggunakan transportasi umum tersebut mengaku masih terus berjuang mencari lowongan yang terbuka bagi disabilitas melalui berbagai gelaran serupa.

“Kalau job fair sih yang saya lalui sering ya. Saya mulai dari wali kota ke wali kota aja sih. Tapi ternyata ya buat disabilitas itu kurang,” ujar Dadang.

Sebelum mendatangi Jakarta Utara, ia tercatat sudah pernah mencoba peruntungan di kegiatan serupa yang diselenggarakan di wilayah Jakarta Barat serta Jakarta Selatan.

“Dari Jakarta Barat juga sama, katanya buat disabilitas belum ada. Terus saya pindah lari ke Jakarta Selatan juga sama. Dan ini yang untuk utara nih, udah yang ketiga kali wali kota nih saya,” kata Dadang.

Melalui kehadirannya di pameran kerja ini, ia menitipkan harapan besar agar pemerintah daerah menaruh perhatian lebih terhadap hak-hak pekerja disabilitas.

“Harapan saya sih untuk pemerintah DKI Jakarta mengadakan lowongan kerja untuk disabilitas. Ternyata disabilitas itu bukan untuk dikasihani ya, untuk mencari pekerjaan juga dikasih kesempatan untuk bekerja juga sih,” ucap Dadang.

Kondisi nihilnya lowongan kerja bagi penyandang disabilitas penglihatan pada acara tersebut juga dirasakan oleh pencari kerja tunanetra lainnya, Fandi (40).

“Makanya saya nanya nih, ke sini tuh tujuannya untuk ada enggak lowongan buat disabilitas. Tapi dari tadi belum ada konfirmasi,” ujar Fandi.

Setelah memverifikasi langsung dengan memeriksa situasi di dalam area pameran kerja, ia kembali menyampaikan hasil nihil yang ditemukannya.

“Enggak ada yang buat saya ternyata,” kata Fandi.

Artikel terkait

Rekomendasi