Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan sekitar 15 juta penduduk usia produktif di Indonesia belum memiliki rekening bank hingga Mei 2026. Angka tersebut disampaikan Ketua LPS Anggito Abimanyu di Jakarta pada Jumat (8/5/2026) sebagai tantangan besar dalam upaya perluasan akses keuangan inklusif nasional.
Data yang dilansir dari Suara menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana jumlah warga tanpa rekening bank tersebut tercatat menurun sekitar 3 juta jiwa dari posisi tahun 2025. Peningkatan akses ini diharapkan mempermudah masyarakat dalam memanfaatkan program pemerintah secara efektif.
"Sampai saat ini masih terdapat 15 juta penduduk Indonesia di usia produktif yang belum memiliki rekening bank menurun sekitar 3 juta pada tahun 2025," kata Ketua LPS, Anggito Abimanyu di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Selain mengejar target inklusi, LPS berkolaborasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menyelaraskan suku bunga simpanan di pasar. Penyesuaian ini dilakukan agar tingkat bunga tetap berada dalam koridor Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang ditetapkan lembaga.
"Langkah sinkronisasi ini diharapkan dapat memperkuat transmisi kebijakan menuju penurunan suku bunga kredit serta meningkatkan efektivitas fungsi intermediasi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor riil," ujarnya.
Penguatan peran lembaga juga didukung oleh aspek legalitas melalui penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2026. Regulasi mengenai penempatan dana pada bank tersebut memberikan kewenangan lebih bagi LPS untuk melakukan intervensi dini guna menjaga stabilitas sektor perbankan.
Anggito menjelaskan bahwa aturan baru ini merupakan instrumen penting bagi LPS dalam memitigasi risiko sistemik melalui program restrukturisasi perbankan. Di sisi lain, performa industri perbankan nasional diklaim masih dalam kondisi yang sangat tangguh.
Hingga Maret 2026, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai 13,57 persen dengan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 9,6 persen. Capaian ini menjadi indikator positif bagi akselerasi ekonomi nasional di tengah tantangan global.
"LPS bersama seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan semakin intensif memperkuat program kerja sama strategis guna memastikan sistem keuangan nasional tetap tangguh menghadapi tantangan ekonomi global," dia menjelaskan.