LPS Catat Suku Bunga Simpanan Perbankan Mulai Turun Terbatas

LPS Catat Suku Bunga Simpanan Perbankan Mulai Turun Terbatas

Suku bunga simpanan perbankan menunjukkan tren penurunan yang masih terbatas pada awal kuartal I-2026. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per April 2026, pergerakan bunga simpanan industri ini memperlihatkan arah yang melandai.

Meski secara industri melandai, dilansir dari Keuangan, perkembangan suku bunga ini menunjukkan perbedaan pada setiap Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI). Kelompok bank yang mencatatkan penurunan adalah KBMI 1 dan KBMI 4, yang masing-masing merosot sebesar 4 bps menjadi 3,78% dan 2,86%.

Kondisi berbeda terjadi pada kelompok lainnya, di mana suku bunga simpanan untuk KBMI 2 justru mengalami kenaikan sebesar 3 bps ke level 3,5%. Pergerakan serupa juga dialami oleh KBMI 3 yang merangkak naik sebesar 3 bps menuju posisi 3,50%.

Melalui laporan resminya, LPS mengungkapkan bahwa dinamika suku bunga simpanan saat ini mencerminkan persaingan penghimpunan dana yang masih berjalan. Penyelenggaraan kompetisi ini terjadi di tengah kondisi distribusi likuiditas perbankan yang belum merata sepenuhnya.

LPS memproyeksikan arah pergerakan suku bunga simpanan ke depan akan cenderung stabil. Peluang untuk mengalami penurunan dinilai masih ada meskipun ruang geraknya terhitung cukup terbatas.

Perbedaan tren diperkirakan bakal terus berlangsung antar kelompok bank karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal. Faktor penentu tersebut meliputi tingkat kebutuhan likuiditas, strategi dalam menghimpun dana, serta derajat kompetisi pendanaan khususnya pada kelompok nasabah deposan besar.

Tren penurunan juga melanda rata-rata suku bunga simpanan valuta asing (valas) perbankan secara industri, walaupun penyusutannya hanya sebesar 1 bps.

"Masih berada pada level yang cukup tinggi," tulis LPS dalam laporan Indikator Pasar Keuangan Mei 2026, dikutip Selasa (2/6/2026).

LPS mengidentifikasi bahwa situasi tersebut dipicu oleh kebijakan bank milik negara (Himbara) yang masih mempertahankan tingkat suku bunga tinggi untuk simpanan berbentuk valas. Kelompok perbankan di luar Himbara terpantau belum memberikan respons yang signifikan terhadap kebijakan tersebut.

Langkah hati-hati masih mendominasi kelompok bank lain dalam menetapkan besaran suku bunga simpanan valas mereka. LPS memperkirakan tingkat bunga simpanan valas ini masih akan bertahan pada posisi yang relatif tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Sejumlah faktor yang menjadi katalis penggerak suku bunga valas ini meliputi dinamika suku bunga global serta fluktuasi nilai tukar. Selain itu, preferensi masyarakat terhadap instrumen berbasis valas di tengah situasi ketidakpastian global turut menjadi penentu arah perbankan.

LPS menilai potensi penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF) perbankan terancam tertahan dalam jangka pendek akibat kondisi suku bunga simpanan yang masih bertengger di level tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi