Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berencana memperluas jangkauan layanan dengan menambah kantor perwakilan (KPW) di Jakarta untuk merespons banyaknya Bank Perekonomian Rakyat (BPR) bermasalah dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI pada Selasa (19/5/2026).
Langkah ekspansi ini diambil karena operasional wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan D.I. Yogyakarta selama ini masih dikendalikan langsung oleh kantor pusat, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa keberadaan kantor perwakilan di wilayah baru tersebut sangat mendesak demi efisiensi koordinasi di lapangan.
"KPW sekarang ada di Medan, Makassar dan Surabaya. Kami mengusulkan Jakarta sebetulnya karena koordinasi dari fungsi operasional di lapangan itu khususnya untuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta belum ada sekarang, sekarang dihandle semua oleh pusat," kata Anggito dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (19/5/2026).
Penambahan KPW ini dipertimbangkan berdasarkan peta persebaran BPR yang sedang tersandung kasus hukum atau operasional, dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kalau kita lihat yang paling banyak kasusnya sekarang itu di Jawa Barat dan Sumatera Utara, Barat itu cukup banyak sehingga kita efektifkan. Makanya kami bermaksud berkonsultasi melakukan pembukaan kantor untuk KPW di Jakarta dengan wilayah sampai ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan sampai D.I.Yogyakarta. Nanti model kantornya kurang lebih sama, cuma mandat dan operasionalnya itu KPW," jelas Anggito.
Selain perluasan jaringan wilayah, institusi penjamin simpanan ini juga tengah mempersiapkan pembangunan gedung kantor pusat mandiri dalam waktu dekat.
"Kami berkeinginan untuk membangun kantor. Kantor ini kita akan share dengan OJK dan BI maupun dengan KSSK. Jadi kami sudah mendapatkan mandat untuk membangun kantor sendiri. Mudah-mudahan ini bisa terlaksana dalam 1-2 tahun berikutnya," jelas Anggito.
Hingga saat ini, operasional pusat lembaga tersebut masih menyewa tempat di kawasan SCBD Sudirman, sementara kepastian lokasi gedung baru masih dalam tahap penyelesaian internal.
"Kami dalam proses untuk memfinalisasi lokasi dan lain sebagainya," imbuhnya.