Jakpro Targetkan LRT Jakarta Velodrome Manggarai Beroperasi Agustus 2026

Jakpro Targetkan LRT Jakarta Velodrome Manggarai Beroperasi Agustus 2026

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menargetkan perpanjangan jalur LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai resmi beroperasi mulai Agustus 2026. Proyek infrastruktur sepanjang 6,4 kilometer ini dirancang untuk mengintegrasikan lima stasiun baru dengan moda transportasi lain di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Rabu (20/5/2026).

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin menjelaskan bahwa proyek bernilai strategis tersebut kini tengah berada dalam fase pengujian sistem menyeluruh. Langkah ini wajib dilewati sebelum koridor perpanjangan dari lintas Pegangsaan Dua–Velodrome yang berjalan sejak 2019 itu membuka layanan komersial.

“Untuk LRT Jakarta 1B ini kami targetkan sesuai timeline pada Agustus insya Allah bisa beroperasi secara resmi,” ujar Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro.

Pengujian mendetail terus dilakukan guna memastikan seluruh aspek teknis memenuhi standar keselamatan publik yang ketat. Manajemen berkomitmen menjaga kualitas setiap jengkel jalur layang tersebut demi keamanan mobilitas harian warga DKI Jakarta.

“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya,” kata Iwan Takwin, Direktur Utama Jakpro.

Berdasarkan catatan PT Waskita Karya selaku kontraktor, progres pembangunan fisik struktur komuter hilir mudik ini telah menyentuh angka 92,76 persen. Koridor baru tersebut mencakup lima titik pemberhentian yakni Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.

Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko menyatakan bahwa percepatan pembangunan tetap mengedepankan faktor keselamatan kerja di lapangan. Manajemen memfokuskan pengamanan ekstra pada pengerjaan struktur kantilever seimbang di tengah padatnya lalu lintas kota.

“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” kata Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya.

Kondisi jalanan ibu kota yang padat serta ruang pengerjaan yang sempit menjadi tantangan terbesar dalam proyek ini. Akibatnya, sebagian besar aktivitas konstruksi dialihkan pada malam hari demi meminimalkan gangguan arus kendaraan.

Waskita Karya bersama Jakpro kini sudah menggulirkan rangkaian Testing and Commissioning (T&C) untuk menguji persinyalan, jalur, kelistrikan, dan komunikasi. Salah satu pencapaian penting adalah kesuksesan uji lintasan sepanjang 3,6 kilometer dari Velodrome menuju Pramuka.

“Train run yang sudah dilakukan dua kali berlangsung tanpa hambatan,” ujar Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya.

Ketika terkoneksi penuh dengan KRL Commuter Line Jabodetabek dan Transjakarta di Manggarai, rute ini diproyeksikan menyerap puluhan ribu penumpang per hari.

Artikel terkait

Rekomendasi