Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (18/5) guna membahas kondisi investor global di tengah tekanan pasar keuangan Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di kantor DEN tersebut mengevaluasi dinamika nilai tukar rupiah dan persepsi pelaku pasar modal terhadap stabilitas ekonomi nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"Kami sepakat bahwa tantangannya memang tidak mudah, Namun saya percaya di situasi seperti ini, momentum reformasi harus dijalankan dengan lebih berani dan konsisten," ungkap Luhut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Pihak investor global dilaporkan masih mencermati perkembangan pasar modal dalam negeri sebelum mengambil keputusan investasi. Evaluasi terhadap langkah strategis institusi pengawas keuangan menjadi poin penting yang disoroti oleh otoritas pemerintahan.
"Langkah OJK sejauh ini sudah tepat, tetapi kita harus akui bahwa sebagian investor global masih wait and see apakah implementasinya bisa konsisten sehingga meningkatkan kredibilitas pasar modal. Karena pasar modal itu kuncinya hanya satu: trust. Dan kepercayaan itu dibuktikan dengan kebijakan yang stabil dan punya kepastian hukum dalam jangka panjang," jelas Luhut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Selain membahas pasar modal umum, komunikasi intensif juga telah dijalin dengan lembaga keuangan internasional seperti MSCI yang menyatakan ketertarikannya terhadap potensi ekonomi Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi sinyal positif di tengah volatilitas pasar keuangan global saat ini.
"Ketika tim dari MSCI datang menemui saya, mereka sampaikan betapa besarnya harapan terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa potensi kita luar biasa besar, maka dari itu momentum emas ini tidak boleh kita sia-siakan," ungkap Luhut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
Di samping isu pasar modal makro, penguatan sektor perbankan daerah turut menjadi agenda pembahasan menyusul adanya peningkatan risiko kredit macet (non-performing loan/NPL) pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Kebijakan mitigasi yang komprehensif diperlukan agar sektor ini tidak menimbulkan kerentanan baru bagi pelaku usaha kecil.
"Asas pemegang kemudi perekonomian Indonesia, OJK perlu jeli melihat arah angin dan lincah dalam mengambil keputusan. Mendukung program prioritas pemerintah itu penting, tetapi membenahi tata kelola dan manajemen risiko tidak boleh ditawar-tawar," tegas Luhut, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).