Mahasiswa IKJ Edukasi Warga Pilah Sampah di CFD Jakarta

Mahasiswa IKJ Edukasi Warga Pilah Sampah di CFD Jakarta

Empat mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) melakukan aksi edukasi pemilahan sampah dengan mengenakan kostum unik saat Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026). Aksi ini mendukung deklarasi gerakan pilah sampah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Para mahasiswa tersebut menggunakan kostum berbentuk tong sampah serta pakaian yang ditempeli berbagai material limbah guna menarik perhatian masyarakat. Dilansir dari Megapolitan, Ahmad selaku mahasiswa IKJ menjelaskan bahwa pendekatan hiburan digunakan agar pesan edukasi lebih mudah diterima, terutama oleh kelompok anak-anak.

"Kita buat aktivasi buat anak kecil terutama ya. Kita kasih sampah jenisnya misal organik. Dia nanti pilih mana. Pasti nanti kita kasih tahu kalau misal dia yang kuning berarti bukan yang itu," kata Ahmad, Mahasiswa IKJ.

Melalui simulasi langsung tersebut, para mahasiswa membimbing warga untuk menaruh jenis sampah pada wadah yang tepat sesuai kategorinya.

"Kalau pas yang hijau baru kita ‘yeah’ berarti dia benar," lanjut Ahmad, Mahasiswa IKJ.

Ahmad menambahkan bahwa keterlibatan mereka merupakan undangan untuk memeriahkan agenda deklarasi yang digagas oleh pemerintah daerah setempat.

"Kita kasih tahu kayak gitu aja tapi dalam bungkusan happy, hiburan gitu," ujar Ahmad, Mahasiswa IKJ.

Mahasiswa lainnya, Udin, menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghapus persepsi bahwa memilah sampah adalah pekerjaan yang merepotkan bagi warga.

"Kalau pesannya mungkin, jadi buang sampah itu tidak dibikin sulit. Jadi dengan keberadaan kita kayak gini nih itu kita coba untuk menghantarkan bahwa memilah sampah itu enggak sulit, memilah sampah itu gampang," kata Udin, Mahasiswa IKJ.

Dalam pelaksanaan aksi tersebut, ditemukan fakta bahwa sejumlah warga masih kesulitan membedakan antara kategori sampah organik dan anorganik di lapangan.

"Banyak juga tadi yang salah, begitu kita kasih sampah non-organik mereka masukinnya ke yang organik. Akhirnya kita kasih informasi dan mereka juga baru tahu," ujar Udin, Mahasiswa IKJ.

Pengalaman mengenakan kostum tong sampah tersebut juga memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Kita makin yakin kalau misalnya makin menghargai tong sampah karena jadi tong sampah itu enggak mudah, capek ternyata. Dan kita harus menghargai, ya itu dengan buang sampah pada tempatnya gitu," tutur Ahmad, Mahasiswa IKJ.

Gerakan pilah sampah ini diresmikan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-499 Jakarta. Pramono menyebutkan bahwa gerakan ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah kota administrasi hingga Kepulauan Seribu.

"Pada hari ini secara resmi Pemerintah Jakarta atas arahan dan juga bimbingan dari Menko Pangan dan Menteri Lingkungan Hidup mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Sistem baru ini mewajibkan warga melakukan pemilahan sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir. Selain menyasar rumah tangga, pemerintah akan memperketat pengawasan dan memberikan sanksi bagi sektor hotel, restoran, serta kafe yang melanggar aturan pengelolaan sampah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi