Malaysia Berencana Impor 500.000 Ton Beras dari Indonesia

Malaysia Berencana Impor 500.000 Ton Beras dari Indonesia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan adanya minat dari pengusaha asal Malaysia untuk mengimpor 500.000 ton beras asal Indonesia. Ketertarikan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (13/5/2026), di tengah melimpahnya stok pangan nasional.

Dilansir dari Money, rencana impor ini muncul setelah pengusaha tersebut sebelumnya sukses melakukan kerja sama pengadaan komoditas jagung dari Indonesia. Pertemuan yang sedianya dijadwalkan di Jakarta dialihkan ke Gudang Ramokalisari milik Bulog seiring agenda kerja Menteri Pertanian di wilayah tersebut.

"Nah ini ada saudara kita mumpung sini dari Malaysia. Ini minta beras 500 ribu ton," kata Amran.

Kementerian Pertanian mencatat saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah melampaui angka 5 juta ton. Jumlah tersebut melebihi kapasitas gudang resmi Bulog yang hanya mampu menampung 3 juta ton, sehingga pemerintah harus menyewa gudang swasta untuk menyimpan 2 juta ton sisanya.

"Kalau ini data tidak benar mana kepala Bulog? Itu dipenjara tuh. Langsung masuk. Enggak perlu diperiksa lama. Langsung masuk," ujar Amran.

Amran menjelaskan bahwa keberhasilan swasembada sepanjang 2025 membuat pemerintah menghentikan impor beras medium. Langkah penghentian impor sebanyak 7 juta ton selama dua tahun berturut-turut tersebut dilaporkan telah memicu penurunan harga beras global dari 660 dolar AS menjadi kisaran 340 hingga 380 dolar AS per ton.

"Karena Indonesia tiba-tiba tidak impor 7 juta ton dua tahun berturut-turut," kata dia.

Status Indonesia sebagai salah satu importir beras terbesar sebelumnya memberikan pengaruh signifikan terhadap stabilitas harga di pasar internasional. Menteri Pertanian menegaskan bahwa kebijakan penghentian impor ini terbukti mampu mengguncang sekaligus menekan harga di pasar dunia.

"Indonesia adalah importir beras terbesar dunia dan tiba-tiba stop. Pasti harga turun kan?" tutur Amran.

Artikel terkait

Rekomendasi