PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah mengenai kewajiban retensi 100 persen Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang akan dipusatkan pada bank-bank Himbara mulai Juni 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui peningkatan cadangan devisa negara.
Penguatan struktur likuiditas valuta asing di dalam negeri diharapkan mampu menciptakan stabilitas nilai tukar rupiah yang lebih berkesinambungan, sebagaimana dilansir dari Finansial pada Selasa (12/5/2026). Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyebut kebijakan ini sebagai langkah strategis di tengah dinamika pasar global.
“Bank Mandiri mendukung kebijakan regulator mengenai kewajiban retensi 100% Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang akan dipusatkan pada bank-bank milik negara [Himbara],” ujar Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri.
Penempatan dana hasil ekspor tersebut diproyeksikan memberikan dampak positif bagi kesehatan finansial nasional. Adhika menjelaskan bahwa kehadiran instrumen Surat Berharga Negara (SBN) valuta asing domestik khusus yang disiapkan pemerintah akan menjadi alternatif investasi yang menarik.
“Kehadiran instrumen SBN valas domestik khusus bagi eksportir dinilai sebagai solusi tepat yang menawarkan alternatif investasi aman dengan imbal hasil kompetitif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat pelaku usaha untuk menempatkan devisanya di dalam negeri,” katanya Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri.
Manajemen Bank Mandiri juga memastikan bahwa infrastruktur layanan dan tingkat likuiditas perusahaan berada dalam kondisi yang sangat memadai. Perseroan mengklaim sistem perbankan mereka telah terintegrasi untuk menjamin pengelolaan dana berjalan transparan.
“Bank Mandiri memiliki likuiditas yang memadai serta infrastruktur layanan perbankan yang terintegrasi untuk memastikan pengelolaan dana eksportir berjalan secara efisien, transparan, dan memberikan nilai tambah optimal,” ujar Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri.
Sinergi antara pemerintah dan industri perbankan nasional diharapkan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi ke depan. Komitmen ini bertujuan untuk menjaga stabilitas makroekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang selaras.
“Melalui sinergi ini, kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri.