Masyarakat Borong SBN Ritel ST016 Hingga Capai Rp 22 Triliun

Masyarakat Borong SBN Ritel ST016 Hingga Capai Rp 22 Triliun

Masyarakat berinvestasi secara masif pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Sukuk Tabungan seri ST016 hingga membukukan nilai pemesanan sebesar Rp 22,62 triliun selama masa penawaran yang berlangsung mulai 8 Mei sampai 3 Juni 2026.

Nilai pemesanan komulatif tersebut dihimpun dari 81.667 investor yang menyalurkan dana mereka melalui dukungan 32 mitra distribusi resmi di seluruh Indonesia, sebagaimana dilansir dari Investasi.

Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan menjelaskan bahwa capaian angka tersebut menjadi rekor pemesanan tertinggi untuk SBN ritel yang ditawarkan di sepanjang tahun 2026.

"Tingginya pemesanan tersebut menunjukkan bahwa SBN ritel, khususnya instrumen syariah, tetap mendapat kepercayaan yang kuat dari masyarakat di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik," tutur Deni.

Kementerian Keuangan saat ini masih melakukan proses rekonsiliasi data pemesanan sebelum hasil penjualan final ditetapkan secara resmi pada Senin, 8 Juni 2026.

Lonjakan pemesanan ini juga dirasakan langsung oleh mitra distribusi seperti Bibit.id yang mencatatkan mayoritas pemesan instrumen investasi ini berasal dari kalangan perempuan dengan persentase di atas 50 persen.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William mencatatkan rata-rata transaksi ST016 merupakan yang tertinggi dibandingkan seri SBN ritel lain sepanjang tahun 2026, dengan sebaran usia investor di bawah 50 tahun yang mendominasi hingga 90 persen.

"Total penjualan ST016 di aplikasi Bibit ini all-time high. Jadi animo dan kepercayaan masyarakat terhadap SBN sangat tinggi," ujar William.

Minat yang tinggi dari investor ritel generasi Z, milenial, hingga boomer ini juga terkonfirmasi oleh platform Bareksa yang mencatatkan angka penjualan melampaui target awal perusahaan.

Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari mengonfirmasi bahwa produk ST016 jauh lebih diminati daripada seri-seri pendahulunya tahun ini karena penawaran kupon yang tinggi serta adanya peluang penyesuaian nilai imbalan seiring kenaikan BI rate.

"Tenor yang (banyak) diminati yang tenor 2 tahun. Sebagian besar investor di usia 21 tahun sampai 40 tahun," ungkap Ni Putu.

Kupon yang ditawarkan untuk ST016 tenor 2 tahun adalah sebesar 6,05 persen, sedangkan untuk tenor 4 tahun ditetapkan sebesar 6,25 persen dengan sifat imbalan mengambang dengan imbalan minimal (floating with floor).

Artikel terkait

Rekomendasi