PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 556,81 miliar dari laba bersih tahun buku 2025 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.
Keputusan tersebut menetapkan setiap pemegang saham akan menerima dana sebesar Rp 250 per lembar saham yang dijadwalkan cair pada 4 Mei 2026. Alokasi modal ini memberikan potensi imbal hasil atau yield yang sangat kompetitif bagi para investor di pasar modal.
Berdasarkan data perdagangan Kamis, 16 April 2026, harga saham LPPF ditutup pada level Rp 1.925 per unit, yang berarti dividen kali ini menawarkan yield mencapai 12,9 persen sebagaimana dilansir dari Stocksetup. Angka ini terpaut jauh di atas rata-rata bunga deposito rupiah yang berada di kisaran 2 persen hingga 3 persen.
Meskipun harga saham sempat terkoreksi tipis 0,77 persen pada penutupan tersebut, performa LPPF secara tahun berjalan atau year-to-date masih menunjukkan tren positif dengan kenaikan 9,69 persen. Manajemen menggunakan kinerja keuangan sepanjang 2025 sebagai basis perhitungan dividen meskipun sektor ritel sedang menghadapi tantangan perubahan perilaku konsumen.
Laporan keuangan perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 725,37 miliar pada akhir 2025. Selain laba bersih, struktur permodalan perusahaan didukung oleh saldo laba ditahan yang mencapai Rp 3,84 triliun dengan total ekuitas tercatat sebesar Rp 272,90 miliar.
Investor yang berhak menerima distribusi keuntungan ini harus terdaftar dalam daftar pemegang saham pada Recording Date yang jatuh pada 27 April 2026. Penyaluran dana akan dilakukan secara serentak ke rekening pemegang saham yang terdaftar tepat satu minggu setelah tanggal pencatatan tersebut.