PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyarankan masyarakat menerapkan strategi Quiet Investing untuk menjaga fokus investasi jangka panjang di tengah kondisi ekonomi global yang bergerak dinamis pada Senin (18/5).
Pendekatan ini dinilai mampu meredam perilaku impulsif penanam modal yang kerap dipengaruhi oleh sentimen pasar secara berlebihan, sebagaimana dilansir dari Keuangan.
Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk Aliang Sumitro menjelaskan bahwa pergerakan pasar kerap memicu kepanikan saat terkoreksi, atau sebaliknya memunculkan rasa percaya diri berlebih ketika menguat.
"Investasi yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar strategi. Dibutuhkan ketenangan, disiplin, dan konsistensi dalam mengambil keputusan," ujar Aliang Sumitro, Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Prinsip Quiet Investing mengutamakan pembangunan kekayaan secara bertahap dan berkelanjutan daripada mengikuti euforia jangka pendek.
"Bagi nasabah dengan tujuan jangka panjang, Quiet Investing membantu menjaga fokus, mengurangi keputusan impulsif, serta memastikan setiap langkah investasi tetap sejalan dengan tujuan hidup dan kesejahteraan mereka di masa depan," jelas Aliang Sumitro, Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Untuk mengoptimalkan strategi tersebut, terdapat sejumlah langkah terstruktur yang perlu diambil seperti pengelolaan portofolio berbasis tujuan, investasi rutin lewat metode Rupiah Cost Averaging, serta melakukan diversifikasi kelas aset, negara, dan mata uang.
Pihak perbankan juga menyediakan fasilitas penunjang investasi digital seperti tabungan emas melalui aplikasi M2U ID, produk reksa dana, hingga instrumen obligasi.
"Pendekatan ini membantu nasabah mengelola risiko sekaligus menjaga peluang pertumbuhan di tengah dinamika pasar global," kata Aliang Sumitro, Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Penerapan teknologi digital tersebut diharapkan dapat membantu nasabah dalam memantau portofolio mereka secara real time demi menjaga kedisiplinan finansial.
"Di tengah dinamika pasar global dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung, kita perlu semakin bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Membangun portofolio yang sehat tidak hanya bergantung pada momentum pasar, tetapi juga pada konsistensi, disiplin, dan kemampuan menjaga fokus terhadap tujuan jangka panjang," kata Aliang Sumitro, Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk.