Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) kini perlu memahami mekanisme perdagangan Full Call Auction atau FCA. Sistem ini dilansir dari Stocksetup merupakan metode khusus yang berbeda dari transaksi normal di bursa.
Mekanisme FCA diterapkan secara spesifik untuk emiten yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (PPK). Terdapat 11 kriteria yang menentukan apakah sebuah saham harus diperdagangkan dengan sistem ini.
Full Call Auction (FCA) adalah metode perdagangan saham di mana transaksi tidak terjadi secara terus-menerus atau continuous trading. Semua pesanan dikumpulkan terlebih dahulu dalam periode waktu tertentu.
Setelah periode pengumpulan berakhir, seluruh transaksi dieksekusi secara bersamaan pada satu harga keseimbangan. Selama sesi ini, investor tetap bisa memasukkan antrean jual maupun beli.
Harga transaksi ditentukan berdasarkan titik keseimbangan terbaik antara total permintaan dan penawaran yang masuk. Mekanisme ini bertujuan menciptakan harga yang lebih wajar bagi saham-saham tertentu.
Kriteria Saham Masuk Papan Pemantauan Khusus
Bursa Efek Indonesia menetapkan kriteria ketat bagi emiten yang masuk ke dalam sistem FCA. Salah satunya adalah saham dengan harga rata-rata di bawah Rp51,00 di Pasar Reguler.
Kriteria lainnya mencakup likuiditas rendah dengan nilai transaksi harian kurang dari Rp5 juta. Selain itu, volume perdagangan rata-rata harus di bawah 10.000 saham dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
Emiten juga bisa masuk radar FCA jika laporan keuangan audit terakhir mendapatkan opini disclaimer. Kondisi ekuitas negatif atau tidak adanya pendapatan signifikan dari bisnis inti juga menjadi indikator utama.
| Kriteria | Kondisi Perusahaan |
|---|---|
| Opini Audit | Mendapatkan opini disclaimer atau tidak menyatakan pendapat. |
| Ekuitas | Perusahaan mencatatkan kondisi ekuitas negatif. |
| Hukum | Sedang dalam proses PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. |
| Suspensi | Dikenakan penghentian perdagangan lebih dari satu hari bursa. |
| Pendapatan | Tidak ada pendapatan signifikan atau belum menghasilkan dari bisnis inti. |
Tujuan dan Dampak bagi Investor
Penerapan sistem lelang berkala ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham yang memiliki pergerakan tidak wajar. Langkah ini efektif dalam mencegah praktik manipulasi pasar oleh pihak tertentu.
Sistem FCA memberikan waktu tambahan bagi investor untuk melakukan analisis mendalam sebelum mengeksekusi transaksi. Hal ini mendorong pengambilan keputusan yang lebih rasional dan tidak terburu-buru.
Bagi investor, FCA memberikan perlindungan dari spekulasi berlebihan dan fluktuasi harga yang ekstrem. Meski demikian, mekanisme ini membuat transaksi tidak bisa dilakukan secara instan atau real-time.
Likuiditas saham dalam sistem ini cenderung menurun untuk sementara waktu. Strategi perdagangan jangka pendek juga menjadi lebih terbatas karena adanya jeda waktu dalam eksekusi pesanan.