Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Stabilkan Rupiah Pascapelonjakan Biaya Produksi Tahu-Tempe

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Stabilkan Rupiah Pascapelonjakan Biaya Produksi Tahu-Tempe

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah strategis bersama otoritas moneter di Jakarta pada Sabtu (6/6/2025) guna menstabilkan nilai tukar rupiah yang melemah hingga menekan keuntungan produsen tahu dan tempe nasional.

Langkah intervensi ini diambil setelah adanya laporan mengenai pembengkakan biaya produksi akibat harga bahan baku kedelai impor yang kian mahal. Berdasarkan data penutupan perdagangan pada Jumat (5/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah menyentuh angka Rp 18.036, seperti dilansir dari Detik Finance.

Kenaikan harga jual terpaksa dilakukan oleh para pedagang demi menyiasati situasi tersebut. Kondisi ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah yang berupaya meredam dampak rambatan terhadap inflasi pangan.

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor, yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka," ungkap Purbaya dalam keterangan persnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2025).

Penyelarasan kebijakan fiskal dan moneter kini telah disepakati oleh pemerintah bersama Bank Indonesia. Sinergi ini ditargetkan mampu menjaga stabilitas mata uang sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi pada tingkat makro maupun mikro.

"Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu, tempe, dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, dan tidak terbebani lagi, beban hidupnya secara, tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan," jelas Purbaya, Menteri Keuangan.

Penguatan koordinasi dengan bank sentral juga terus dipacu demi memulihkan kepercayaan para pelaku pasar modal. Pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi domestik saat ini sebenarnya masih berada dalam kondisi yang sangat kuat.

"Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiscal lebih signifikan ke perekonomian. Dan tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan," pungkas Purbaya, Menteri Keuangan.

Artikel terkait

Rekomendasi