Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penyelesaian 45 hambatan investasi di Indonesia melalui kanal debottlenecking Satgas P3-MPPE dalam acara seminar internasional di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperbaiki iklim bisnis dan mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
Berdasarkan data yang dilansir dari Suara, Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE) telah menerima 142 pengaduan investor sejak dibentuk pada Desember 2025. Sebanyak 83 laporan di antaranya telah ditindaklanjuti melalui sidang terbuka hingga 12 Mei 2026.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi keluhan para pelaku usaha demi kelancaran operasional bisnis mereka di tanah air.
"Dengan ini, saya memastikan adanya mekanisme yang efektif dan efisien untuk memfasilitasi keprihatinan investor terkait perizinan dan kelancaran proses keprihatinan investor terkait investasi dan bisnis mereka di Indonesia," katanya dalam acara International Seminar on Debottlenecking Channel di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Rabu (13/5/2026).
Menteri Keuangan menjelaskan bahwa sektor swasta memegang peranan krusial dengan kontribusi mencapai 90 persen terhadap ekonomi nasional. Menurutnya, perbaikan kerangka hukum dan konsistensi penegakan aturan menjadi syarat utama bagi partisipasi swasta guna mengejar target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2029.
"Jadi, kami, pemerintah Indonesia, memahami bahwa kita perlu meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita. Oleh karena itu, memiliki iklim bisnis yang lebih baik, kebijakan investasi yang kredibel, kerangka hukum yang kuat, dan konsistensi penegakan hukum adalah kunci untuk meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam perekonomian kita," beber Purbaya Yudhi Sadewa.
Kanal debottlenecking rutin menyelenggarakan sidang setiap minggu guna meninjau laporan hambatan bisnis yang disampaikan oleh para pengusaha secara langsung.
"Kami akan memastikan bahwa kami akan menghilangkan hambatan tersebut sesegera mungkin, mungkin dalam satu atau beberapa proses, tetapi kami pasti akan menghilangkannya," pungkas Purbaya Yudhi Sadewa.