Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menggenjot percepatan pertumbuhan ekonomi nasional untuk mengurangi jumlah masyarakat miskin dalam enam bulan ke depan. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara talkshow Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan hal tersebut setelah menerima pertanyaan mengenai dampak pergerakan nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, dinamika pasar saham dan nilai mata uang memiliki karakteristik yang berbeda dengan fundamental ekonomi riil.
"Jadi rupiah dan IHSG beda dengan fondasi ekonomi. Kadang-kadang ya, karena disitu ada ekspektasi juga ke depan seperti apa. Nilai tukar rupiah dipenuhi ekspektasi, nilai pasar saham juga dipenuhi ekspektasi," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Sentimen negatif pasar saham domestik sejak akhir tahun dipengaruhi oleh evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI), pemangkasan outlook kredit oleh lembaga pemeringkat global, serta pelemahan nilai tukar Rupiah. Berbagai pemberitaan tersebut memicu spekulasi yang membuat kondisi ekonomi tampak seperti krisis moneter tahun 1998, meski perbaikan pondasi ekonomi terus dilakukan.
"Dan sekarang boleh dibilang, walaupun nggak sempurna ya, kebijakan yang besarnya, nggak ada yang salah. Kita nggak akan mengulangi 1998 lagi. Karena waktu itu kan ada IMF, kalau sekarang kan saya bukan IMF. Saya pinteran dikit dari IMF. Jadi nggak usah takut," tambah Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Langkah pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional kini difokuskan melalui penguatan sektor swasta dan domestik. Anggota kabinet tersebut optimistis bahwa kebijakan ini akan membuahkan hasil nyata dalam kurun waktu setengah tahun ke depan.
"Sehingga kita pertumbuhannya didorong oleh swasta dan domestik. Saya pikir 6 bulan dari sekarang akan semakin kelihatan bahwa orang-orang yang tadinya susah tuh akan semakin berkurang dan semakin berkurang lagi," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.