Menteri Keuangan Bantah Isu Krisis Ekonomi Mirip 1998

Menteri Keuangan Bantah Isu Krisis Ekonomi Mirip 1998

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu krisis ekonomi nasional di Jakarta pada Selasa (5/5/2026) dengan merujuk data pertumbuhan ekonomi yang tetap solid. Penegasan ini merespons narasi di media sosial yang membandingkan kondisi saat ini dengan krisis moneter 1998.

Dilansir dari Money, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (yoy). Angka ini menunjukkan bahwa ekonomi domestik masih berada dalam jalur ekspansi yang kuat di tengah isu negatif yang beredar.

Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa prediksi mengenai kerusakan ekonomi Indonesia terbukti tidak akurat karena bertentangan dengan rilis data resmi pemerintah.

“Boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis. Banyak yang bilang kita mau rusak, ternyata salah prediksi,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Bendahara negara tersebut mengkritik penyebaran informasi di platform media sosial, khususnya TikTok, yang dinilai mengabaikan indikator ekonomi terkini. Menurutnya, situasi ekonomi saat ini sedang berakselerasi sehingga tidak relevan jika disamakan dengan kontraksi panjang pada masa lalu.

“Kita sekarang masih ekspansi, masih akselerasi. Jadi jangan asal bikin cerita, lihat data yang betul,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pemerintah menyatakan akan terus melakukan pengawasan ketat dan bersikap responsif guna mengantisipasi segala bentuk tekanan ekonomi yang mungkin muncul di masa depan.

“Kondisi kita stabil, aman. Ada tantangan, iya, tapi kita monitor terus dan perbaiki dari waktu ke waktu,” ujarnya Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Optimisme pemerintah terhadap momentum pertumbuhan tetap tinggi melalui penerapan kebijakan fiskal yang aktif. Purbaya menegaskan kesiapan pemerintah untuk terus memacu investasi demi mempertahankan kecepatan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah tidak takut dan tidak ragu untuk investasi menjaga laju pertumbuhan ekonomi kita. Kita sepertinya akan terus mengalami pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Berdasarkan data BPS, Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat menyentuh angka Rp 6.187,2 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan dilaporkan berada pada level Rp 3.447,5 triliun.

“Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 bila dibandingkan dengan kuartal I-2026 atau secara year-on-year mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen,” ucap Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Artikel terkait

Rekomendasi