Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Catat Penerimaan Pajak Rp646 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Catat Penerimaan Pajak Rp646 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan realisasi penerimaan pajak per April 2026 yang menembus angka Rp646,3 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 16,1 persen secara tahunan. Lonjakan pendapatan negara ini ditopang oleh efisiensi sistem administrasi perpajakan yang baru, seperti dilansir dari Suara.

Peningkatan tersebut diklaim sebagai buah dari keberhasilan implementasi platform Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang bekerja secara otomatis. Pemerintah juga menegaskan kebijakan untuk tidak menaikkan tarif perpajakan baru demi menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional.

Hasil positif ini sekaligus membantah anggapan bahwa tingginya setoran pajak dipicu oleh perpanjangan tenggat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan wajib pajak orang pribadi hingga April 2026. Purbaya menegaskan peran besar dari modernisasi sistem digital perpajakan tersebut saat menghadiri acara Jogja Financial Festival pada Minggu (24/5/2026).

"Enggak (pajak tinggi karena lapor SPT), ini karena keberhasilan Coretax juga," katanya dalam acara Jogja Financial Festival, dikutip dari YouTube Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), MInggu (24/5/2026).

Otomatisasi pengisian data pada platform Coretax meminimalkan celah kecurangan bagi para wajib pajak saat melaporkan kewajiban mereka. Menkeu menambahkan bahwa peningkatan realisasi ini merefleksikan perbaikan kondisi ekonomi nasional, bukan sekadar penarikan pajak secara agresif.

"Sehingga yang biasa ngibul-ngibul bayar pajak, enggak bisa ngibul lagi," lanjutnya.

Kementerian Keuangan berkomitmen untuk fokus pada perbaikan iklim usaha agar kapasitas ekonomi masyarakat meningkat. Langkah ini diharapkan dapat mendorong partisipasi perpajakan secara sukarela tanpa membebani dunia usaha dengan tarif baru.

"Saya enggak akan menaikkan tarif pajak atau rate-nya. Tapi saya akan bikin ekonominya bagus. Sehingga semua orang banyak duit dan mereka bisa bayar pajak dengan gembira," jelasnya.

Capaian per April 2026 ini tercatat telah memenuhi 27,4 persen dari target outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Berdasarkan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (20/5/2026), target pertumbuhan tahunan diproyeksikan mampu mendekati angka 20 persen.

"Jadi Pendapatan Negara itu tumbuhnya 13 persen, di mana pajak tumbuhnya 16 persen dan mungkin akan lebih tinggi lagi, kata Pak Dirjen. Mungkin mendekati 20 persen ya," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Rabu (20/5/2026).

Purbaya kemudian membandingkan performa tersebut dengan capaian April 2025 saat posisi Menteri Keuangan masih dijabat oleh Sri Mulyani. Pada periode tersebut, pertumbuhan penerimaan pajak mengalami kontraksi cukup dalam hingga minus 10,8 persen secara tahunan dengan total realisasi sebesar Rp556,9 triliun.

"Ini jelas lebih bagus prospeknya di dibanding tahun lalu. Ketika kita babak belur ya. Tahun lalu kan negatif ya pertumbuhannya pajaknya. Minus 10,8. Masih turun. Tuh liat triwulan pertama april tahun lalu, minus 10,8. Sekarang 16,1 pertumbuhannya. Jadi lumayan lah," pamer Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi