Tiga Menteri Temui Pengusaha China Bahas Keluhan Kebijakan Investasi

Tiga Menteri Temui Pengusaha China Bahas Keluhan Kebijakan Investasi

Tiga menteri Kabinet Merah Putih menggelar pertemuan koordinasi dengan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang China di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Selasa sore (19/5/2026). Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan sekaligus mencari solusi atas sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai membebani dunia usaha, seperti dilansir dari Detik Finance.

Pejabat negara yang hadir dalam diskusi tersebut adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Keluhan para pelaku usaha asal Negeri Tirai Bambu itu sebelumnya juga telah disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu poin utama yang disoroti oleh Kamar Dagang China adalah rencana persyaratan retensi Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA). Kebijakan tersebut mewajibkan penempatan 50 persen devisa ekspor di bank milik negara Indonesia selama minimal satu tahun, yang dinilai berpotensi mengganggu likuiditas perusahaan. Selain itu, mereka juga mengeluhkan rencana kenaikan tarif royalti komoditas mineral dan batu bara (minerba) hingga bea keluar karena dapat meningkatkan biaya produksi industri pertambangan dan hilirisasi nikel.

Menteri Keuangan memberikan keterangan mengenai respons pemerintah terhadap kendala-kendala yang dihadapi oleh para investor tersebut.

"Ini kan dengan pengusaha China, barusan. Ya, menangkap masalah-masalah mereka hadapi. Ada keluhan-keluhan mereka. Dan ya udah, kita dengerin. Kalau kita bisa pecahkan, kita pecahkan," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Purbaya kemudian menambahkan bahwa surat keberatan dari para pengusaha tersebut sudah dikirimkan langsung ke pihak istana.

"Ada banyak Kadin nya China sini yang bikin surat ke Presiden," terang Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Sementara itu, Menteri ESDM menjelaskan bahwa agenda ini difokuskan untuk membahas hambatan operasional, khususnya pada sektor pertambangan dan proyek hilirisasi.

"Tadi saya, Pak Rosan Menteri Investasi dan Pak Purbaya, Menteri Keuangan dan Pak Dubes mengundang investor Tiongkok yang sudah beroperasi di sini. Kita melakukan rapat koordinasi tentang apa aja kendala mereka. Kan kita ingin untuk perusahaan harus survive, negara juga harus mendapatkan pendapatan," jelas Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Menurut Bahlil, para pengusaha China juga mengharapkan adanya jaminan ketersediaan pasokan bahan baku industri seperti nikel dan bauksit di dalam negeri.

"Mereka ingin mendapatkan kepastian bahan baku bauksit kemudian nikel, dan saya katakan semuanya oke nggak ada masalah. Karena itu industri kan hilirisasi," ujarnya Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Bahlil pun menegaskan bahwa pertemuan ini bersifat rutin dan bukan merupakan respons defensif atas surat keluhan yang beredar.

"Enggak ada. Saya tidak menganggap itu, saya kan rutin aja kita waktu Menteri Investasi kan suka melakukan evaluasi per 4 bulan, per 6 bulan," terang Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.

Artikel terkait

Rekomendasi